
Sangat khawatir atas serangan di Rafah, AS tahan kiriman senjata untuk Israel

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 8 Agustus 2018 ini menunjukkan gedung Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)
Penangguhan bantuan keamanan untuk Israel menyusul kekhawatiran atas kemungkinan operasi militer skala besar yang dilancarkan pasukan Israel di Rafah, yang akan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil dalam jumlah besar.
Washington, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) telah menahan satu pengiriman bantuan senjata jangka pendek untuk Israel karena sangat khawatir atas kemungkinan operasi militer skala besar yang dilancarkan pasukan Israel di Rafah akan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil dalam jumlah besar, demikian disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS pada Rabu (8/5).Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengonfirmasi penangguhan bantuan keamanan untuk Israel itu dalam sebuah konferensi pers, dan mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden sedang meninjau pengiriman lainnya seiring perkembangan situasi di Rafah."Kami memiliki kekhawatiran yang sangat besar mengenai potensi operasi Rafah. Kami khawatir mengenai dampaknya terhadap penduduk sipil," ujar Miller, seraya menambahkan bahwa kekhawatiran AS dipicu oleh "cara Israel melancarkan operasinya di masa lalu dan apa dampaknya terhadap penduduk sipil."Konfirmasi Miller mengenai penangguhan tersebut muncul beberapa hari setelah sejumlah media AS melaporkan langkah pemerintah itu, dengan Axios, yang kali pertama memublikasikan laporan tersebut, mengutip pernyataan seorang pejabat senior pemerintah yang mengatakan bahwa senjata yang ditahan termasuk 1.800 bom berbobot 2.000 pon dan 1.700 bom berbobot 500 pon."Kami juga khawatir mengenai dampak dari setiap potensi operasi terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan," ujar Miller, sembari mendesak Israel untuk membuka perlintasan Rafah sehingga bantuan kemanusiaan dapat terus mengalir ke Gaza.Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengungkapkan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (7/5) pagi bahwa pasukannya "berhasil mengambil alih kendali operasional perlintasan Rafah di sisi Gaza" menyusul "operasi kontraterorisme presisi" yang dilancarkan semalaman terhadap Hamas.
Sejumlah kendaraan lapis baja Israel dikerahkan di dekat perlintasan Kerem Shalom di Israel selatan pada 8 Mei 2024. (Xinhua/JINI/Ilan Assayag)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Eropa Barat pecahkan rekor panas, Juni 2026 jadi yang terpanas sepanjang sejarah
Indonesia
•
09 Jul 2026

Pakar Kroasia sebut kebijakan UE terhadap China seharusnya tidak terpengaruh oleh AS
Indonesia
•
14 Jun 2023

Rusia: Proses perdamaian Israel-Palestina berpotensi gagal
Indonesia
•
31 Dec 2020

Menteri: Pencabutan sanksi terhadap Rusia akan turunkan harga energi dunia
Indonesia
•
12 Jul 2022


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
