
China: Diperlukan investigasi profesional dan imparsial tentang ledakan Nord Stream

Foto dari udara yang dirilis Kementerian Pertahanan Denmark pada 27 September 2022 ini menunjukkan lokasi kebocoran pipa gas Nord Stream. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark)
Investigasi kebocoran pipa gas Nord Stream harus dilakukan secara objektif, imparsial, dan profesional, mengingat jalur pipa gas itu adalah proyek infrastruktur lintas perbatasan yang vital dan insiden ledakan pada September 2022 berdampak negatif terhadap pasar energi global dan lingkungan ekologis.
Beijing, China (Xinhua) – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Kamis (16/2) mengatakan perlunya dilakukan investigasi yang objektif, imparsial, dan profesional terhadap ledakan yang merusak jalur pipa gas Nord Stream dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab.Wang menyampaikan pernyataan tersebut pada konferensi pers harian, sebagai tanggapan atas seruan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov kepada media asing untuk menyelidiki detail mengenai ledakan tersebut, yang diungkap oleh jurnalis Amerika Serikat (AS) Seymour Hersh.Seraya menyebut jalur pipa gas itu sebagai proyek infrastruktur lintas perbatasan yang vital, Wang mengatakan ledakan tersebut memiliki dampak negatif yang serius terhadap pasar energi global dan lingkungan ekologis, sekaligus memicu kekhawatiran dari masyarakat internasional tentang keamanan infrastruktur lintas perbatasan utama.Wang mengungkapkan bahwa tak lama setelah ledakan, serbuan berita yang dilaporkan oleh AS dan media Barat lainnya hampir seluruhnya berfokus pada spekulasi sepihak tentang terduga pelaku. Ketika laporan terbaru berdasarkan investigasi terperinci oleh Hersh diterbitkan, media-media yang selama ini menggembar-gemborkan kebebasan, profesionalisme, dan keadilan secara serempak bungkam, imbuhnya.Wang mengutip pernyataan Hersh bahwa dari 1972 hingga 1979, ketika Hersh bekerja untuk New York Times sebagai reporter investigasi, surat kabar itu menerbitkan semua yang dia tulis, dengan sebagian besar karyanya, bahkan hampir semua, muncul di halaman depan. The Washington Post juga pernah mengulas kariernya dan memuat artikel majalah yang panjang mengenai dirinya lebih dari dua dekade lalu. Hingga saat ini, kedua media tersebut tidak menerbitkan sepatah kata pun tentang investigasi jalur pipa gasnya, bahkan tidak pula mengutip bantahan Gedung Putih atas laporan Hersh."Apakah media Barat ini benar-benar tidak peduli dengan kebenaran di balik ledakan Nord Stream? Atau ada hal lain yang terjadi? Apa sebenarnya yang mereka ketahui? Apakah ada sesuatu yang mereka coba sembunyikan? Saya kira media yang benar-benar objektif, imparsial, dan profesional akan ingin menegakkan kebenaran," tutur Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Lebih dari 2,248 miliar dosis vaksin diberikan di China
Indonesia
•
26 Oct 2021

China tolak tegas strategi diplomatik Kanada yang didominasi bias ideologi
Indonesia
•
29 Nov 2022

Gencatan senjata mulai berlaku di Sweida Suriah, lebih dari 2.000 keluarga Bedouin mengungsi
Indonesia
•
23 Jul 2025

PBB: 1,5 juta orang tinggalkan Ukraina sejak perang dimulai
Indonesia
•
06 Mar 2022


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
