Peneliti China serukan peningkatan stasiun pengamatan karbon dioksida berstandar tinggi

Seorang teknisi memeriksa fasilitas penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization and storage/CCUS) sebelum pengoperasian di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara Taizhou milik China Energy Investment Corporation (China Energy) di Taizhou, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 1 Juni 2023. (Xinhua/Tang Dehong)
Inversi atmosfer merupakan sebuah metode kunci untuk mengevaluasi penyerap karbon terestrial berdasarkan data pengamatan konsentrasi karbon dioksida atmosfer dan model transportasi atmosfer, dikombinasikan dengan inventarisasi emisi karbon manusia.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China menyerukan untuk mendirikan lebih banyak stasiun pengamatan karbon dioksida berstandar tinggi di seluruh negara itu guna meningkatkan akurasi estimasi dalam menentukan tingkat penyerap karbon ekosistem terestrial, demikian menurut Science and Technology Daily pada Kamis (3/8).Para peneliti menyarankan untuk mencari lokasi optimal bagi 52 stasiun baru, selain delapan stasiun yang ada saat ini, dan membentuk jaringan pengamatan stasiun Bumi guna meningkatkan upaya dan kemampuan pengukuran konsentrasi karbon dioksida atmosfer.Studi mereka menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menambahkan lebih banyak stasiun pengamatan di wilayah tenggara, timur laut, dan utara negara itu, serta di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet yang mencatatkan produktivitas vegetasi cukup tinggi saat musim tanam.Sebanyak 60 stasiun pengamatan dapat mengurangi ketidakpastian estimasi penyerap karbon hingga 200 juta ton per tahun, kata laporan tersebut.Penyerap karbon ekosistem terestrial penting bagi target dan janji China untuk mencapai netralitas karbon, ujar Wang Yilong, associate researcher di Institut Penelitian Dataran Tinggi Tibet di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.Sangat penting mengklarifikasi ukuran dan distribusi spasial-temporal penyerap karbon di ekosistem terestrial untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah guna mengurangi emisi karbon dan mencapai netralitas karbon.Inversi atmosfer merupakan sebuah metode kunci untuk mengevaluasi penyerap karbon terestrial berdasarkan data pengamatan konsentrasi karbon dioksida atmosfer dan model transportasi atmosfer, dikombinasikan dengan inventarisasi emisi karbon manusia. Saat mengasimilasi data pengamatan, inversi atmosfer diharapkan dapat meningkatkan akurasi estimasi penyerap karbon terestrial.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Perancang program antariksa China uraikan cara kerja pendaratan di Bulan masa depan
Indonesia
•
14 Jun 2023

India mulai peluncuran jaringan internet 5G pada Agustus-September 2022
Indonesia
•
19 Aug 2022

Tim peneliti China kembangkan formulasi pestisida yang ramah lingkungan dan efektif
Indonesia
•
11 Jan 2025

Badan antariksa nasional Taiwan berganti nama menjadi TASA
Indonesia
•
07 Jan 2023
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
