
Tim peneliti China kembangkan formulasi pestisida yang ramah lingkungan dan efektif

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 23 September 2024 ini memperlihatkan hamparan lahan pertanian di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. (Xinhua/Wang Peng)
Formulasi pestisida ramah lingkungan baru, meningkatkan pengendalian hama sekaligus lebih aman bagi tanaman dan lingkungan.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China mengembangkan sebuah formulasi pestisida ramah lingkungan baru yang meningkatkan pengendalian hama sekaligus lebih aman bagi tanaman dan lingkungan.Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal ACS Nano itu dilakukan oleh para peneliti dari Institut Ilmu Fisika Hefei (Hefei Institutes of Physical Science/HFIPS) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.Penelitian tersebut bertujuan mengatasi beberapa tantangan terkait pestisida konvensional, yang sering kali sulit diaplikasikan secara merata pada daun tanaman, mudah tersapu air hujan, atau rentan terhadap degradasi cepat ketika terpapar sinar matahari. Selain itu, residu bahan kimia dari formulasi pestisida dapat menimbulkan risiko yang signifikan terhadap lingkungan.Para peneliti menggunakan titik-titik karbon yang dimodifikasi dan partikel kalsium karbonat sebagai pembawa untuk abamektin, pestisida yang banyak digunakan. Pendekatan baru ini meningkatkan adhesi pada daun, menahan degradasi, dan melepaskan bahan aktif secara bertahap untuk efektivitas yang berkelanjutan.Dibandingkan dengan pestisida konvensional, formulasi baru ini menunjukkan dampak yang lebih kecil terhadap makhluk nontarget. Selain itu, setelah pestisida melepaskan bahan aktifnya, bahan-bahan yang tersisa akan terurai menjadi zat-zat yang tidak berbahaya seperti ion kalsium dan titik-titik karbon, sehingga lebih kecil kemungkinannya menyebabkan polusi.“Pestisida koloid baru ini dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada pestisida konvensional,” kata Wu Zhengyan, seorang profesor di HFIPS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi China tentang biosintesis kitin beri petunjuk pengembangan pestisida hijau
Indonesia
•
23 Sep 2022

Seberapa bahaya mikroplastik dalam otak manusia?
Indonesia
•
03 Sep 2025

Dorong pengembangan ruang angkasa komersial, Beijing luncurkan proyek ‘rocket street’
Indonesia
•
15 Jul 2024

Pesawat amfibi berukuran besar buatan China, AG600, masuki fase ‘batch production’ pertama
Indonesia
•
03 Jul 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
