
Axios: 20 tahun berlalu, mayoritas warga AS sebut invasi Irak adalah keputusan yang salah

Para pengunjuk rasa berkumpul dalam demonstrasi antiperang di Washington DC, Amerika Serikat, pada 18 Maret 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Invasi Irak oleh AS dijustifikasi dengan alasan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal, yang tidak pernah ditemukan.
New York City, AS (Xinhua) – Dua dekade setelah Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak, 61 persen warga AS tidak berpendapat bahwa negara itu mengambil keputusan yang tepat dengan melakukan invasi tersebut, menurut jajak pendapat terbaru Axios/Ipsos."Kekacauan dan kehancuran yang diakibatkan oleh invasi tersebut membuat generasi masyarakat AS dan para pemimpin mereka menjadi lebih skeptis terhadap penggunaan kekuatan militer di luar negeri, khususnya di Timur Tengah," menurut laporan tentang jajak pendapat Axios yang diterbitkan pekan lalu.Invasi itu menggulingkan seorang "diktator brutal" namun "memicu ketidakstabilan selama 20 tahun di Irak, serta merusak posisi AS di dunia," menurut laporan itu.Pada 17 Maret 2003, presiden AS saat itu, George W. Bush, mengeluarkan ultimatum bahwa negara itu akan mengambil tindakan militer jika Saddam Hussein, yang saat itu menjabat sebagai presiden Irak, tidak meninggalkan Irak dalam kurun waktu 48 jam. Pada 19 Maret, bom mulai berjatuhan di Baghdad. Pada 20 Maret, invasi darat pun dimulai.Invasi tersebut sangat kontroversial di luar AS, namun saat itu sangat populer di negara tersebut. Jajak pendapat Pew pada Februari 2003 menemukan bahwa 66 persen warga AS menyetujui aksi militer tersebut dan hanya 26 persen yang tidak setuju.Meski demikian, pemerintahan Bush menjustifikasi invasi Irak oleh AS tersebut dengan alasan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal, yang tidak pernah ditemukan. Sebanyak 57 persen warga AS saat itu juga memercayai, secara keliru, bahwa Saddam Hussein berperan dalam serangan 11 September, menurut Pew.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS jatuhkan sanksi pada perusahaan China dan UEA karena salurkan minyak Iran
Indonesia
•
07 Jul 2022

Kamboja dan Jerman janjikan peningkatan hubungan dan kerja sama bilateral
Indonesia
•
17 Feb 2023

China desak Inggris untuk berhenti campuri urusan Hong Kong
Indonesia
•
01 Mar 2024

Kegagalan maskapai Lufthansa sebabkan kekacauan perjalanan skala besar
Indonesia
•
16 Feb 2023


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
