
Indonesia, India bahas strategi tingkatkan kompetensi tenaga kerja di era digital

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan rombongan (kanan) dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik India Mansukh Mandaviya dan rombongan (kiri) di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM) di Hyderabad, India, Rabu (15/7). (Kementerian Ketenagakerjaan RI)
Pertukaran pengalaman antara Indonesia dan India dapat diarahkan pada sejumlah bidang prioritas, antara lain peningkatan kapasitas instruktur pelatihan vokasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), AI, serta teknologi digital lainnya.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli mendorong pertukaran pengalaman dengan India dalam pengembangan talenta digital, inovasi teknologi, dan peningkatan keterampilan pekerja.
Menaker Yassierli menyatakan hal tersebut terkait dengan perkembangan teknologi digital yang membawa perubahan pada kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Hal itu menjadi salah satu topik yang dibahas oleh Menaker Yassierli dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik India Mansukh Mandaviya di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM) di Hyderabad, India, Rabu (15/7).
Menaker menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah India atas keberhasilan penyelenggaraan rangkaian BRICS Employment Working Group dan BRICS LEMM yang membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan, termasuk masa depan dunia kerja, transformasi digital, perlindungan sosial, dan pengembangan keterampilan.
“Indonesia melihat India sebagai mitra penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai dua negara berkembang besar dengan perekonomian yang dinamis dan populasi usia muda yang besar, Indonesia dan India memiliki peluang untuk saling berbagi pengalaman dalam membangun tenaga kerja yang kompetitif, inklusif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Menaker Yassierli.
Dalam pertemuan tersebut, Yassierli menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengalaman India dalam membangun ekosistem digital yang berperan dalam penciptaan lapangan kerja, pengembangan keterampilan, inovasi, dan investasi berbasis teknologi.
Menaker juga ingin mempelajari pengembangan pusat data, infrastruktur digital, serta berbagai inisiatif peningkatan keterampilan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) yang melibatkan pemerintah, organisasi pengusaha, dan industri.
“Transformasi digital harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan talenta AI, penguatan kompetensi digital, serta program reskilling dan upskilling menjadi penting agar pekerja mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang dari perubahan teknologi,” kata Menaker.
Dia mengatakan, pertukaran pengalaman antara Indonesia dan India dapat diarahkan pada sejumlah bidang prioritas, antara lain peningkatan kapasitas instruktur pelatihan vokasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), AI, serta teknologi digital lainnya.
Selain penguatan talenta digital, Menaker juga memandang penting pemberdayaan pekerja informal melalui peningkatan keterampilan, dukungan kewirausahaan, serta jalur transisi menuju pekerjaan formal.
Pertukaran pengalaman mengenai pelindungan pekerja platform dan pekerja gig juga menjadi perhatian, khususnya terkait hak ketenagakerjaan, perlindungan sosial, serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Menaker menegaskan, Indonesia membuka peluang untuk memperluas pertukaran pengetahuan dengan India melalui technical exchanges (pertukaran teknis), expert dialogues (dialog pakar), study visits (kunjungan studi), joint capacity-building programmes (program peningkatan kapasitas bersama), serta kemitraan kelembagaan antara kementerian dan institusi pelatihan kedua negara.
“Indonesia berkomitmen memperkuat kemitraan dengan India, baik secara bilateral maupun dalam kerangka BRICS, untuk mendorong pekerjaan yang layak, meningkatkan daya saing tenaga kerja, dan membangun institusi pasar kerja yang tangguh serta responsif terhadap transformasi teknologi,” ujar Menaker.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hubungan Indonesia dan China diprediksi semakin kuat pada masa mendatang
Indonesia
•
23 Apr 2024

COVID-19 – WHO: Penggunaan vaksin AstraZeneca dapat dilanjutkan
Indonesia
•
18 Mar 2021

Produk Indonesia memperoleh sambutan positif di pasar Maladewa
Indonesia
•
13 May 2023

Kemenparekraf dukung Muslim LifeFest 2024, maksimalkan potensi industri halal
Indonesia
•
27 Aug 2024


Berita Terbaru

‘Sharp Knife 2026’ libatkan sistem nirawak dalam latihan militer gabungan kontraterorisme China–Indonesia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kemnaker ajak serikat pekerja kawal implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
•
26 Oct 2026

Menaker paparkan penguatan regulasi pelindungan pekerja di Forum Asia Pasifik
Indonesia
•
26 Oct 2026

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026
