Indonesia gelar 50 kegiatan selama menjabat presidensi Dewan Keamanan PBB

Indonesia gelar 50 kegiatan selama menjabat presidensi Dewan Keamanan PBB
Ruang sidang Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Amerika Serikat. (Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia telah menggelar 50 kegiatan baik dalam bentuk virtual maupun pertemuan secara langsung selama menjalankan tugas sebagai Presidensi Dewan Keamanan (DK) PBB pada Agustus 2020, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hingga hari terakhir presidensi pada 31 Agustus 2020, Indonesia telah memimpin 12 pertemuan terbuka, 12 pertemuan tertutup, lima agenda tambahan, dan 12 pertemuan badan subsidiary DK PBB.

Selain itu, DK PBB juga menghasilkan empat resolusi, dan tiga pernyataan pers/ elemen bagi pers.

Selama menjabat presidensi DK PBB, Indonesia menyelenggarakan tiga signature events di mana Menlu Luar Negeri memimpin dua pertemuan high-level open debate (debat terbuka tingkat tinggi) untuk prakarsa Indonesia mengenai pembangunan perdamaian dalam masa pandemik serta keterkaitan antara terorisme dan kejahatan terorganisir.

Indonesia juga telah menyelenggarakan pertemuan arria formula mengenai serangan siber terhadap infrastruktur vital.

Arria formula adalah pertemuan informal DK PBB di mana mereka bersidang atas prakarsa satu atau lebih anggota Dewan Keamanan untuk mendengarkan pandangan individu, organisasi, atau lembaga tentang masalah-masalah yang berada dalam kompetensi dewan tersebut.

Presidensi Dewan Keamanan dipegang oleh setiap anggota secara bergiliran selama satu bulan, mengikuti urutan nama negara anggota.

Presidensi DK PBB dilanjutkan oleh Niger selama bulan September 2020.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here