Indeks Nikkei Jepang ditutup di atas 65.000 untuk kali pertama

Foto yang diabadikan pada 24 Mei 2023 ini menunjukkan gedung Tokyo Stock Exchange di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Saham-saham Tokyo ditutup menguat, dengan indeks saham acuan Nikkei ditutup di atas level 65.000 untuk pertama kalinya, didorong oleh kemajuan dalam perundingan perdamaian Amerika Serikat-Iran serta meningkatnya harapan terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.

 

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Saham-saham Tokyo ditutup menguat pada Senin (25/5), dengan indeks saham acuan Nikkei ditutup di atas level 65.000 untuk pertama kalinya, didorong oleh kemajuan dalam perundingan perdamaian Amerika Serikat-Iran serta meningkatnya harapan terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Nikkei Stock Average atau Nikkei 225 ditutup naik 1.819,12 poin, atau 2,87 persen, dari penutupan pada Jumat (22/5) di angka 65.158,19.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas ditutup dengan 50,11 poin, atau 1,29 persen, lebih tinggi di level penutupan tertinggi sepanjang masa sebesar 3.942,57.

Di pasar utama Prime Market, saham-saham di sektor logam nonbesi (non-ferrous), peralatan listrik, dan transportasi udara memimpin kenaikan.

Laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir menandatangani sebuah kesepakatan yang mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, di mana Selat Hormuz akan dibuka kembali selama durasi tersebut, menyebabkan harga kontrak berjangka minyak mentah acuan West Texas Intermediate (WTI) turun dan meningkatkan sentimen pasar, kata para analis.

Kenaikan harga saham-saham teknologi papan atas, yang mengikuti tren kenaikan pada saham-saham sejenis di AS pada penutupan pekan lalu, juga turut mendongkrak indeks Nikkei.

Pada puncaknya, indeks Nikkei menyentuh level tertinggi intraday di angka 65.408,87, sementara indeks Topix sempat mencapai 3.953,89, melampaui rekor intraday yang terakhir kali dicatat sekitar tiga bulan lalu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait