
Hasil panen biji-bijian Rusia catat rekor baru, capai 150 juta ton

Mesin pemanen bekerja di sebuah ladang pertanian kedelai di dekat Birobidzhan, Rusia, pada 19 Oktober 2018. (Xinhua/Zhang Ruoxuan)
Hasil panen biji-bijian Rusia mencatat rekor baru, mencapai 150 juta ton hingga saat ini, dengan peningkatan signifikan dalam hasil panen kentang, sayur-sayuran rumah kaca, buah-buahan, kedelai dan rapeseed (tanaman biji-bijian penghasil minyak), dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Rusia mencetak rekor baru dalam output biji-bijian tahun ini, dengan memanen 150 juta ton hingga saat ini, demikian disampaikan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, pada Rabu (2/11).Di saat musim panen akan segera berakhir di negara tersebut, sektor pertanian telah menunjukkan hasil yang sangat baik tahun ini, yang akan meningkatkan level ketahanan pangan Rusia, kata Mishustin pada sebuah pertemuan pemerintah.Terdapat peningkatan signifikan dalam hasil panen kentang, sayur-sayuran rumah kaca, buah-buahan, kedelai dan rapeseed (tanaman biji-bijian penghasil minyak) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ujarnya.Menurut Mishustin, pemerintah Rusia mengalokasikan sekitar 380 miliar rubel (96,3 triliun rupiah) sebelumnya pada tahun ini untuk mendanai pengembangan pertanian di negara tersebut.Selain itu, pada Rabu yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam panggilan via telepon bahwa Rusia siap untuk mengirimkan "sejumlah besar" biji-bijian ke negara-negara termiskin secara gratis sebagai bantuan kemanusiaan.Rusia kembali ke kesepakatan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman dari Rusia tentang kembalinya negara tersebut dalam implementasi kesepakatan untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam, tutur juru bicara Guterres pada Rabu (2/11).Guterres berterima kasih atas upaya diplomatik Turki, dan juga menyampaikan terima kasih kepada koordinator PBB Amir Abdulla beserta timnya atas upaya mereka "menjaga jalur pasokan pangan yang penting ini tetap terbuka," kata Stephane Dujarric, juru bicara sekjen PBB, dalam sebuah pernyataan.Guterres melanjutkan keterlibatannya dengan semua pihak menuju pembaruan dan implementasi penuh Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative), dan juga tetap berkomitmen untuk mengatasi hambatan-hambatan lain dalam ekspor pangan dan pupuk Rusia, kata pernyataan itu.
Tim perwakilan dari Pusat Koordinasi Gabungan (Joint Coordination Center/JCC) memeriksa kapal kargo pertama yang mengangkut biji-bijian dari Ukraina di pintu masuk barat laut Selat Bosphorus di Istanbul, Turki, pada 3 Agustus 2022. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Turki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China Mobile perkuat kerja sama ekonomi digital dengan negara-negara ASEAN
Indonesia
•
06 Sep 2023

Perusahaan pertanian dan pangan rugi 150 miliar dolar AS akibat perubahan iklim
Indonesia
•
20 Sep 2022

Produksi lokal Wuling di Indonesia capai 160.000 unit mobil
Indonesia
•
29 Nov 2024

China rilis pedoman untuk pengembangan ekonomi perak
Indonesia
•
16 Jan 2024


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
