
Inflasi utama AS melambat pada Mei di tengah turunnya harga energi

Seorang pelanggan berbelanja di sebuah pasar swalayan di San Mateo, California, Amerika Serikat, pada 12 April 2023. (Xinhua/Li Jianguo)
Indeks harga konsumen AS membukukan pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4 persen pada Mei, yang merupakan level terendah sejak Maret 2021.
New York City, AS (Xinhua) – Indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) membukukan pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4 persen pada Mei, yang merupakan level terendah sejak Maret 2021, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Selasa (13/6).Indikator inflasi utama AS itu menunjukkan ekspansi dalam basis bulanan sebesar 0,1 persen pada Mei, lebih rendah dari konsensus proyeksi sebesar 0,2 persen dan 0,4 persen pada April.Biaya energi turun 3,6 persen pada Mei jika dibandingkan dengan peningkatan 0,6 persen pada April, menyebabkan perlambatan inflasi secara keseluruhan.Namun, IHK inti, tanpa menyertakan produk makanan dan energi, mencatat pertumbuhan dalam basis bulanan sebesar 0,4 persen untuk bulan ketiga berturut-turut pada Mei.Secara khusus, laju pertumbuhan dalam basis bulanan untuk biaya tempat tinggal yang signifikan meningkat menjadi 0,6 persen pada Mei dari 0,4 persen pada April."Indeks untuk tempat tinggal merupakan penyumbang terbesar terhadap kenaikan bulanan semua barang, disusul oleh kenaikan indeks untuk mobil dan truk bekas," menurut rilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS.Meskipun pertumbuhan IHK inti turun menjadi 5,3 persen (yoy) pada Mei dari 5,5 persen pada bulan sebelumnya, indikator inflasi inti AS yang tidak berubah menunjukkan bahwa bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) tampaknya masih mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam hal menjinakkan inflasi."Perbaikan yang terlihat dalam inflasi inti lebih bertahap ketimbang inflasi utama ... itu jauh lebih tidak impresif daripada realisasi disinflasi untuk IHK utama," menurut sebuah catatan penelitian dari Bank of America Global Research pada Selasa.Detail dari laporan tersebut menegaskan kembali ekspektasinya agar The Fed tetap menahan diri pada pertemuan Juni, menurut Bank of America Global Research.Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) memiliki kemungkinan sekitar 95 persen untuk mengerem kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneternya yang berlangsung selama dua hari mulai Selasa, menurut data dari CME FedWatch Tool pada Selasa pagi waktu setempat."Meski kasus dasar kami adalah agar The Fed tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini, kami tidak berharap data (IHK) untuk bulan Mei akan cukup hingga membuat The Fed mengakhiri pengetatan. Kami juga tidak yakin data itu akan memberikan justifikasi atas optimisme yang muncul baru-baru ini di kalangan investor ekuitas," ungkap catatan penelitian dari UBS Global Wealth Management pada Selasa.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China produksi sekitar 75 persen kepompong ulat sutra dunia
Indonesia
•
29 Nov 2025

Kesepakatan dagang AS-China dongkrak harga minyak mentah Indonesia
Indonesia
•
06 Dec 2019

Nilai barang diperdagangkan melalui jalur kereta China-Laos tembus 100 juta dolar AS
Indonesia
•
07 Jan 2022

Ekonomi Jerman kembali melambat dan turun tipis pada Q2 2024
Indonesia
•
29 Aug 2024


Berita Terbaru

OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada Mei di tengah krisis energi global
Indonesia
•
06 Apr 2026

Pertumbuhan ASEAN+3 diprediksi melambat ke 4 persen pada 2026-2027
Indonesia
•
06 Apr 2026

Turkiye umumkan kenaikan harga listrik dan gas alam hingga dua digit
Indonesia
•
04 Apr 2026

Gedung Putih usulkan belanja pertahanan 1,5 triliun dolar AS dalam proposal anggaran 2027
Indonesia
•
04 Apr 2026
