Ilmuwan temukan fosil dinosaurus tertua yang hidup dalam kawanan

Ilmuwan temukan fosil dinosaurus tertua yang hidup dalam kawanan
Ilustrasi. (Christine Sandu on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sejumlah besar fosil yang digali di wilayah Patagonia bagian selatan di Argentina menawarkan bukti tertua yang menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus berkembang biak dalam struktur kawanan yang kompleks dan terorganisir dengan baik.

Dalam kawanan tersebut, dinosaurus dewasa merawat yang muda dan berbagi tempat bersarang bersama.

Para ilmuwan mengatakan pada Kamis (21/10) bahwa fosil yang ditemuka itu termasuk lebih dari 100 telur dinosaurus dan tulang dari sekitar 80 dinosaurus remaja dan dewasa dari spesies pemakan tumbuhan Periode Jurassic (199,6 juta – 145,5 juta tahun yang lalu) yang disebut Mussaurus patagonicus, termasuk 20 kerangka yang sangat lengkap.

Hewan-hewan itu mengalami peristiwa kematian massal, mungkin disebabkan oleh kekeringan, dan tubuh mereka kemudian terkubur oleh debu yang tertiup angin, kata para peneliti.

“Ini adalah pemandangan yang cukup dramatis dari 193 juta tahun lalu, yang membeku dalam waktu,” kata ahli paleontologi Diego Pol dari Museum Paleontologi Egidio Feruglio di Trelew, Argentina, yang memimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports itu.

Mussaurus, yang tumbuh menjadi sekitar enam meter dan berat sekitar 1,4 ton, memiliki leher dan ekor panjang dengan kepala kecil. Hewan purba ini bipedal (dua kaki) sebagai dewasa, namun bayi yang baru lahir berkaki empat.

Mussaurus hidup di awal Jurassic, periode kedua dari tiga periode yang merupakan zaman dinosaurus.

Mussaurus adalah binatang yang relatif besar pada masanya, jauh lebih besar daripada dinosaurus pemakan daging pada zamannya.

“Situs ini unik,” kata Pol. “Tempat ini melestarikan sarang dinosaurus, termasuk kerangka dinosaurus yang halus dan kecil serta telur dengan embrio di dalamnya. Spesimen yang kami temukan menunjukkan bahwa perilaku kawanan ada pada dinosaurus berleher panjang sejak sejarah awal mereka. Ini adalah hewan sosial, dan kami pikir ini mungkin menjadi faktor penting untuk menjelaskan kesuksesan mereka.”

Hewan-hewan itu ditemukan berkelompok berdasarkan usia pada saat kematian mereka, dengan tukik dan telur di satu area sementara kerangka remaja berkerumun di dekatnya. Telur-telur ini disusun berlapis-lapis di dalam parit. Sedangkan dinosaurus dewasa ditemukan sendiri atau berpasangan.

Fenomena tersebut, yang disebut “pemisahan usia,” menandakan struktur sosial yang kompleks, kata para peneliti, termasuk hewan dewasa yang mencari makan dan merawat yang muda.

Para peneliti menduga bahwa anggota kawanan kembali ke tempat yang sama selama musim berturut-turut untuk membentuk koloni dan berkembang biak.

“Yang muda tinggal bersama yang dewasa setidaknya sampai mereka mencapai usia dewasa. Bisa jadi mereka tinggal di kawanan yang sama setelah mencapai usia dewasa, tetapi kami tidak memiliki informasi untuk menguatkan hipotesis itu,” kata ahli paleontologi dan rekan penulis studi Vincent Fernandez dari Museum Sejarah Alam di London.

Selain itu, perilaku kawanan juga dapat melindungi individu muda dan rentan dari serangan predator.

“Ini adalah strategi untuk kelangsungan hidup suatu spesies,” kata Fernandez.

Bukti tertua sebelumnya untuk perilaku kawanan dinosaurus berasal dari sekitar 150 juta tahun yang lalu.

Tempat bersarangnya terletak di tepi danau yang kering dengan tumbuhan paku dan tumbuhan runjung dalam iklim yang hangat namun musiman. Telurnya seukuran ayam, dan kerangka tukiknya pas di telapak tangan manusia. Hewan dewasa menjadi seberat kuda nil.

Mussaurus adalah jenis dinosaurus yang disebut sauropodomorph, yang mewakili kisah sukses besar pertama di antara dinosaurus herbivora.

Sauropodomorphs adalah cikal bakal evolusi kelompok yang disebut sauropoda yang dikenal memiliki leher dan ekor panjang serta empat kaki seperti pilar.

Hewan darat terbesar dalam sejarah Bumi adalah penerus sauropoda dari sauropodomorph, seperti yang ditunjukkan oleh penghuni Patagonia yang disebut Argentinosaurus, yang panjangnya mungkin mencapai 36 meter dan lebih dari 64 ton.

Sumber: cbc.ca

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here