COVID-19 – Ilmuwan China temukan kandidat obat oral yang menjanjikan

COVID-19 – Ilmuwan China temukan kandidat obat oral yang menjanjikan
Ilustrasi. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan di China telah mengidentifikasi senyawa yang berasal dari obat antivirus remdesivir yang menunjukkan potensi sebagai pengobatan oral untuk COVID-19. (Pawel Czerwinski on Unsplash)
Advertiser Popin

Jakarta (Indonesia Window) – Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan di China telah mengidentifikasi senyawa yang berasal dari obat antivirus remdesivir yang menunjukkan potensi sebagai pengobatan oral untuk COVID-19.

Diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine, penelitian ini menunjukkan bahwa ATV006, yang disintesis dari turunan remdesivir GS-441524, menunjukkan peningkatan penyerapan oral dan kemanjuran antivirus yang kuat terhadap SARS-CoV-2 dan variannya dalam uji hewan.

Menurut penelitian sebelumnya, GS-441524, meskipun efektif melawan SARS-CoV-2, memiliki bioavailabilitas oral yang buruk, yang menghambat pengembangannya lebih lanjut sebagai obat oral.

Dalam studi tersebut, para ilmuwan dari Sun Yat-sen University dan Southern University of Science and Technology yang berbasis di Shenzhen menemukan bahwa pemberian oral ATV006 dapat mengurangi viral load (jumlah virus dalam tubuh), mengurangi kerusakan paru-paru dan secara efektif mencegah kematian pada tikus yang terinfeksi.

Lebih penting lagi, senyawa obat baru ditemukan efektif melawan varian Delta dan Omicron pada model tikus.

Para ilmuwan membandingkan obat baru ini dengan remdesivir, yang merupakan salah satu pengobatan COVID-19 pertama yang disahkan pada tahun 2020. Mereka menyoroti bahwa ATV006 memiliki struktur yang lebih sederhana dan dapat disintesis dengan mudah, yang tidak hanya akan mempercepat waktu produksi tetapi juga mengurangi biaya produksi.

Hasil ini menunjukkan bahwa ATV006 mewakili kandidat obat yang menjanjikan untuk pengobatan COVID-19 dan berpotensi untuk penyakit virus corona yang muncul di masa depan, kata penelitian tersebut.

Sumber: Xinhua

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here