
Program penelitian manusia di stasiun luar angkasa dorong kesehatan manusia di Bumi

Gambar tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 16 Maret 2026 ini menunjukkan para astronaut Shenzhou-21 melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA) atau spacewalk di luar stasiun luar angkasa China yang mengorbit. (Xinhua/Zhang Fan)
Eksperimen kedokteran luar angkasa menjadi salah satu bidang penelitian penting di stasiun luar angkasa China, Tiangong.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Antariksa Berawak (China Manned Space Agency/CMSA) China mengumumkan pihaknya akan membuka pengajuan proposal untuk program penelitian manusia di luar angkasa mulai 1 April 2026, yang menargetkan isu-isu ilmiah strategis utama, fundamental, dan visioner yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia secara sehat dalam jangka panjang selama penerbangan di stasiun luar angkasa dan misi pendaratan di Bulan di masa depan.
Program tersebut bertujuan menciptakan atlas manusia di luar angkasa, membangun basis data penelitian manusia di luar angkasa, serta menghasilkan serangkaian capaian penelitian inovatif yang dapat memberikan manfaat, baik bagi kesehatan para taikonaut dalam misi orbit jangka panjang maupun bagi masyarakat di Bumi.
Program ini juga merupakan bagian dari upaya China untuk mempercepat pembangunan kekuatan kedirgantaraan dan kekuatan teknologi, menurut pedoman program itu yang dirilis oleh CMSA pada pekan ini.
Dengan menggunakan sampel manusia, organoid, dan sel sebagai objek penelitian, program ini akan mempelajari efek mikrogravitasi terhadap tulang dan otot serta pengaruh penerbangan luar angkasa jangka panjang dan kondisi pascakembali terhadap jantung dan pembuluh darah, metabolisme, kognisi, serta penuaan.
Eksperimen kedokteran luar angkasa menjadi salah satu bidang penelitian penting di stasiun luar angkasa China, Tiangong, yang berarti Istana Surgawi. Sejak pengumuman pengajuan publik yang dirilis pada Juni 2023, sebanyak 387 proyek telah diajukan, dan 53 di antaranya telah dilaksanakan di laboratorium luar angkasa nasional tersebut, menurut CMSA.
China sedang menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030. Selain itu, stasiun luar angkasa Tiangong yang mengorbit akan menerima dua kru tahun ini, dan salah satu taikonaut yang terlibat akan menjalani masa tinggal di orbit yang berlangsung lebih dari satu tahun. Seiring dengan semakin seringnya misi berawak jangka panjang di luar angkasa, memastikan kesejahteraan taikonaut menjadi perhatian publik.
Penelitian kedokteran luar angkasa juga turut mendorong kemajuan kesehatan masyarakat di Bumi.
Menurut Li Yinghui, seorang peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China (China Astronaut Research and Training Center), China telah meraih sejumlah pencapaian di bidang ini, termasuk menyelesaikan penelitian pertama di negara tersebut dalam cip organ luar angkasa dan penelitian pertama di dunia yang melibatkan cip jaringan pembuluh darah buatan. Hasil-hasil penelitian ini telah memberikan dukungan teoretis dan teknologi bagi studi mengenai kesehatan jantung, sistem otot, penyakit neurodegeneratif, penuaan manusia, serta perlindungan dan skrining obat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pusat penelitian Rusia temukan lebih 15 senyawa untuk obat
Indonesia
•
12 Nov 2020

Para taikonaut Shenzhou-16 lakukan jumpa pers usai kembali dari luar angkasa
Indonesia
•
21 Jan 2024

Burung ibis rokoroko langka kembali ke lahan basah China utara setelah 15 tahun menghilang
Indonesia
•
10 Aug 2025

Jejak kaki dinosaurus berusia sekitar 200 juta tahun ditemukan di China
Indonesia
•
08 Dec 2025


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
