Jakarta (Indonesia Window) – Iklan Facebook di Vietnam akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5 persen mulai 1 Juni 2022.

Hal ini memengaruhi pengiklan yang telah menetapkan Vietnam sebagai negara ‘Sold To’ atau di alamat bisnis atau pribadi mereka.

Selain Vietnam, mulai April dan September, Meta, perusahaan induk Facebook, juga akan menambahkan PPN ke biaya iklan masing-masing di Kamboja dan Thailand.

Belum lama ini, Facebook juga membebankan biaya konversi mata uang asing sebesar 1-3 persen untuk transaksi dalam dong Vietnam.

Dalam rangka kunjungan kerja Perdana Menteri Pham Minh Chinh ke AS pada tanggal 20 Mei, perwakilan dari Departemen Kebijakan Publik Meta mengadakan pertemuan dan berdiskusi dengan Perdana Menteri dan Kementerian Perencanaan dan Investasi.

Meta mengatakan akan mendaftarkan, mendeklarasikan, dan membayar pajak kontraktor asing di Vietnam.

Sebelumnya, Meta telah melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan Ditjen Pajak bulan lalu untuk mengklarifikasi implementasi Circular 80 tentang mekanisme pendaftaran, deklarasi dan pembayaran pajak bagi kontraktor asing di Vietnam.

Kementerian Keuangan melaporkan bahwa otoritas pajak telah mengumpulkan hampir 5 triliun VND (sekitar 217,4 juta dolar AS) atau sekira 3,14 triliun rupiah dari organisasi di Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.

Di antaranya, banyak perusahaan besar telah membayar pajak seperti Facebook membayar 1,69 triliun VND, Google 1,62 triliun VND, dan Microsoft 576 miliar VND.

Khususnya, penerimaan pajak dari layanan lintas batas mencapai 1,32 triliun VND tahun lalu, naik 15,2 persen dibandingkan tahun 2020.

Sumber: VNA

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan