
Enam ekor ikan lele raksasa Mekong di Kamboja tandai harapan baru kelangsungan hidup spesies tersebut

Para pegiat konservasi memegangi seekor ikan lele raksasa Mekong yang langka di Kamboja pada 10 Desember 2024. (Xinhua/Proyek Wonders of the Mekong/Chhut Chheana)
Ikan lele raksasa Mekong yang terancam punah dapat mencapai panjang hampir tiga meter dan beratnya bisa mencapai 300 kg.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Enam ekor ikan lele raksasa Mekong yang terancam punah, salah satu ikan air tawar terbesar dan terlangka di dunia, berhasil ditangkap dan dilepaskan kembali di Kamboja dalam kurun waktu hanya beberapa hari, demikian disampaikan oleh proyek Wonders of the Mekong dalam sebuah rilis pers pada Jumat (13/12).Hasil tangkapan ini, yang merupakan bukti upaya konservasi dan keterlibatan masyarakat selama puluhan tahun, memberikan harapan baru bagi kelangsungan hidup spesies yang semakin langka di sebagian besar habitat aslinya, ungkap rilis pers tersebut.Rilis pers itu menambahkan bahwa di antara ikan air tawar terbesar di dunia, ikan lele raksasa Mekong dapat mencapai panjang hampir tiga meter dan beratnya bisa mencapai 300 kg.Rangkaian peristiwa ini dimulai pada 6 Desember, ketika dua ekor spesies ikan tersebut secara tidak sengaja tertangkap di Sungai Tonle Sap di dekat Phnom Penh. Kedua ikan tersebut kemudian ditandai dan dilepaskan.Pada 10 Desember, empat ekor ikan lele raksasa lainnya ditangkap dan dilepaskan di beberapa lokasi di sepanjang Sungai Mekong dan Sungai Tonle Sap.Dari ikan-ikan lele raksasa yang berhasil ditangkap tersebut, dua ekor di antaranya berukuran besar, dengan panjang lebih dari 2 meter dan bobot masing-masing 120 dan 131 kg, papar rilis pers tersebut. Setiap ikan dipasangi tanda pengenal untuk membantu pelacakan dan penelitian jangka panjang, imbuhnya.Kelangsungan hidup spesies ikan air tawar Mekong tersebut bergantung pada upaya-upaya konservasi berkelanjutan dan perlindungan habitatnya, papar pernyataan tersebut."Penampakan keenam ekor ikan lele raksasa tersebut tidak hanya menawarkan kesempatan langka untuk mengamati salah satu ikan yang paling sulit ditangkap di dunia, tetapi juga menyediakan data penting untuk memahami dan melindungi koridor migrasi dan tempat bertelur yang esensial bagi kelangsungan hidup mereka," imbuh Zeb Hogan, seorang ahli biologi penelitian dari Universitas Reno Nevada yang memimpin proyek Wonders of the Mekong.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sejumlah makam dari periode Ptolemeus ditemukan di Mesir selatan
Indonesia
•
16 Dec 2024

Pesawat listrik terbang perdana di dekat Tembok Besar Beijing
Indonesia
•
26 Sep 2024

Teknologi analisa ‘fingerprint’ LEMIGAS tingkatkan ekplorasi migas
Indonesia
•
03 Dec 2022

Penelitian: Vaksin ‘booster’ Sinovac tingkatkan antibodi 7 kali lipat
Indonesia
•
11 Aug 2021


Berita Terbaru

Makin suka dengan merek ‘fast food’, makin banyak gula dan lemak yang dikonsumsi? Ini kata studi
Indonesia
•
14 Sep 2026

Museum pterosaurus pertama di dunia dibuka di China, pamerkan fosil berusia 130 juta tahun
Indonesia
•
14 Sep 2026

Jantung ternyata punya ‘kalender’ sendiri, 70 persen orang ikuti ritme hingga berbulan-bulan
Indonesia
•
15 Sep 2026

MatBrain, AI China yang bisa berpikir hingga jalankan eksperimen untuk temukan material baru
Indonesia
•
14 Sep 2026
