
Saudi tegaskan tak akan jalin hubungan diplomatik dengan Israel hingga Palestina merdeka

Warga Palestina memeriksa puing-puing sebuah bangunan pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 3 Februari 2024. Sedikitnya 24 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas akibat serangan udara dan artileri Israel yang menghantam sejumlah rumah di dua kota di Gaza, yakni Deir al-Balah dan Rafah, pada Sabtu (3/2) dini hari waktu setempat, lapor kantor berita resmi Palestina WAFA. (Xinhua/Khaled Omar)
Hubungan diplomatik Arab Saudi dan Israel tidak akan pernah terwujud hingga negara Palestina merdeka diakui berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Arab Saudi menegaskan kepada Amerika Serikat bahwa “tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel kecuali negara Palestina merdeka diakui berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya”, menurut laporan Saudi Press Agency pada Rabu , mengutip Kementerian Luar Negeri Kerajaan.Pernyataan tersebut juga menegaskan tidak akan ada hubungan diplomatik sampai “agresi” Israel di Jalur Gaza berhenti dan semua pasukan pendudukan Israel menarik diri dari Gaza.Pernyataan tersebut berbunyi: “Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa mengenai diskusi antara Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat mengenai proses perdamaian Arab-Israel, dan mengingat apa yang telah disampaikan kepada Juru Bicara Keamanan Nasional AS, Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa posisi Kerajaan Arab Saudi selalu teguh dalam masalah Palestina dan pentingnya rakyat Palestina mendapatkan hak-hak mereka yang sah.”“Kerajaan telah mengomunikasikan posisi tegasnya kepada pemerintah AS bahwa tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel kecuali negara Palestina merdeka diakui di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan bahwa agresi Israel di Jalur Gaza dihentikan dan semua pasukan pendudukan Israel mundur dari Jalur Gaza.”“Kerajaan mengulangi seruannya kepada anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang belum mengakui negara Palestina, untuk mempercepat pengakuan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sehingga rakyat Palestina dapat memperoleh hak-hak mereka yang sah dan agar perdamaian menyeluruh dan adil tercapai bagi semua orang.”Pada Selasa (6/2), juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan, pemerintahan Biden telah menerima tanggapan positif bahwa Arab Saudi dan Israel bersedia untuk terus melakukan diskusi normalisasi.Tetangga Arab Saudi di Teluk, Uni Emirat Arab dan Bahrain menjalin hubungan dengan Israel pada tahun 2020 berdasarkan Perjanjian Abraham (Abraham Accords).Israel memulai serangan militernya di Gaza setelah militan Hamas melancarakan serangan yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.Sumber: Al Arabiya Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia denda Google 360 juta dolar AS karena sebar berita palsu
Indonesia
•
19 Jul 2022

Hakim AS gagalkan upaya Trump untuk cabut perlindungan deportasi bagi warga Sudan Selatan
Indonesia
•
14 Feb 2026

Sekjen PBB peringatkan Solusi Dua Negara "hampir capai titik kritis"
Indonesia
•
01 May 2025

AS makin terjepit dalam perang dengan Iran, Trump ancam NATO jika tak bantu di Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026


Berita Terbaru

Serangan Houthi lumpuhkan Pelabuhan Mocha, kerugian Yaman capai 286 miliar rupiah
Indonesia
•
16 Aug 2026

Iran bantah klaim Trump, tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz
Indonesia
•
15 Aug 2026

Pilot Air India positif ganja, tes narkoba kini wajib bagi seluruh pilot
Indonesia
•
15 Aug 2026

Serangan siber bobol data medis 19 juta warga Polandia, 2 terabita informasi dicuri
Indonesia
•
15 Aug 2026
