
China desak Filipina ambil keputusan secara rasional dan bekerja sama tangani isu Laut China Selatan

Orang-orang menyambut kapal latih Angkatan Laut China Qi Jiguang di Pelabuhan Selatan di Manila, Filipina, pada 14 Juni 2023. (Xinhua)
Hubungan China-Filipina sedang menghadapi tantangan serius, dan akar penyebabnya terletak pada perubahan kebijakan dan posisi Filipina, yang menolak untuk menghormati komitmennya sendiri dan provokasi berulang yang merongrong hak dan kepentingan China yang sah dan sesuai dengan hukum, menurut Kementerian Luar Negeri China.
Beijing, China (Xinhua) – China berharap Filipina akan mengambil keputusan secara rasional, mengikuti cara yang efektif bagi negara-negara tetangga untuk berinteraksi satu sama lain, serta bekerja sama dengan China dalam menangani dan mengelola situasi di laut dengan baik, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Kamis (21/12).Pernyataan tersebut disampaikan Wang dalam konferensi pers harian untuk menanggapi media asing yang mempertanyakan posisi China dalam sengketa maritim dengan Filipina.Jubir itu menekankan bahwa dalam hal sengketa maritim dengan negara-negara tetangga, "Posisi China konsisten dan tegas, tanpa perubahan sedikit pun.""Komitmen kami untuk mengelola perselisihan dengan baik melalui dialog dan konsultasi tetap tidak berubah. Kesediaan kami untuk bekerja sama dengan Filipina dalam melaksanakan pemahaman dan kesepakatan bersama yang telah dicapai sebelumnya juga tidak berubah. Kebijakan kami untuk bekerja sama dengan Filipina dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan pun tidak berubah," ujar Wang."Yang tak kalah penting, tekad kami untuk menjaga kedaulatan dan hak serta kepentingan sah kami tetap tidak berubah dan tidak akan berubah," imbuhnya.Wang mengutip percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dan Menlu Filipina Enrique Manalo baru-baru ini yang menyebut bahwa hubungan China-Filipina sedang menghadapi tantangan serius, dan akar penyebabnya terletak pada perubahan kebijakan dan posisi Filipina, yang menolak untuk menghormati komitmennya sendiri dan provokasi berulang yang merongrong hak dan kepentingan China yang sah dan sesuai dengan hukum."Hubungan bilateral saat ini berada di persimpangan jalan. Ke mana arahnya nanti tergantung pada pilihan yang akan diambil. Filipina harus sangat berhati-hati dalam hal ini," kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Majelis Umum PBB akan lanjutkan sesi khusus darurat terkait Timur Tengah
Indonesia
•
03 May 2024

Israel evakuasi warga, bersiap hadapi potensi balasan dari Gaza
Indonesia
•
11 May 2023

Kevin McCarthy digulingkan dari jabatan ketua DPR AS di tengah konflik internal Partai Republik
Indonesia
•
05 Oct 2023

Prancis hentikan pengoperasian reactor nuklir akibat gelombang panas
Indonesia
•
13 Jul 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
