
Houthi ancam balas serangan udara Arab Saudi, konflik di Laut Merah kian memanas

Serpihan logam terlihat di Bandar Udara Internasional Sanaa di Sanaa, Yaman, pada 13 Juli 2026. (Xinhua/Pusat Media Houthi)
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (25/7) berjanji akan melakukan pembalasan setelah pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap target-target yang dikuasai Houthi di Provinsi Hodeidah di kawasan Laut Merah.
Dalam pernyataan yang dirilis setelah serangan tersebut, kelompok itu mengatakan bahwa tahap berikutnya akan mengusung pendekatan "eskalasi dibalas dengan eskalasi," seraya menuduh Arab Saudi memilih tindakan militer alih-alih menanggapi apa yang mereka sebut sebagai permintaan sah untuk mencabut blokade terhadap area-area yang berada di bawah kendalinya.
Kelompok itu memperingatkan bahwa Arab Saudi telah melakukan "kesalahan besar" yang akan "dibayar mahal," tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai respons yang direncanakannya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi menyasar sejumlah situs yang dikuasai Houthi di Hodeidah pada Jumat (24/7) malam waktu setempat, dengan warga setempat melaporkan beberapa ledakan di kota yang berada di pesisir Laut Merah tersebut.
Stasiun televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam sejumlah lokasi, termasuk fasilitas telekomunikasi dan Pulau Kamaran, tempat seorang wanita dilaporkan mengalami luka-luka.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai serangan Houthi baru-baru ini terhadap pelayaran komersial di Laut Merah.
Koalisi itu menyatakan bahwa operasi tersebut menyasar situs-situs militer yang berkaitan dengan kemampuan maritim Houthi, seraya menghindari infrastruktur sipil.
Koalisi tersebut juga mengatakan bahwa pelabuhan Hodeidah, Ras Issa, dan Salif tetap dibuka untuk pelayaran komersial serta membantah telah menargetkan fasilitas pelabuhan.
Serangan udara yang dilaporkan tersebut terjadi beberapa jam setelah media Arab Saudi, yang mengutip sumber dari otoritas transportasi, melaporkan bahwa kapal tanker minyak Arab Saudi, NCC MASA, mengalami kerusakan ringan pada bagian lambung kapal akibat serangan di Laut Merah, tetapi tetap melanjutkan pelayarannya.
Kelompok Houthi pada Senin (20/7) mengumumkan larangan maritim terhadap pelayaran Arab Saudi. Kelompok tersebut pada Kamis (23/7) mengatakan pihaknya menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi karena melanggar larangan tersebut di Laut Merah.
Saudi Press Agency kemudian mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker milik perusahaan Arab Saudi dihantam serangan dan terbakar.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa, ibu kota Yaman, dan sebagian besar wilayah Yaman utara, mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Ukraina berharap dapat segera implementasi perjanjian dengan AS
Indonesia
•
27 Dec 2022

Serangan bom api Israel paksa warga Gaza mengungsi, kemungkinan tak bisa kembali ke rumah
Indonesia
•
25 Jun 2026

Menkeu AS: G7 akan berusaha rebut aset elit penting Rusia
Indonesia
•
02 Mar 2022

Demonstran pro-Palestina panjat menara Big Ben di London, picu penutupan jalan
Indonesia
•
09 Mar 2025


Berita Terbaru

Jepang buang hampir 7.900 ton air terkontaminasi nuklir ke laut dalam putaran ke-21 pembuangan limbah PLTN Fukushima Daiichi
Indonesia
•
24 Jul 2026

Venezuela dari Mahkamah Pidana Internasional, tuding pengadilan internasional diskriminatif terhadap Amerika Latin dan Afrika
Indonesia
•
25 Jul 2026

IRGC klaim serang pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania
Indonesia
•
25 Jul 2026

Jaksa ICC yang ajukan penangkapan Netanyahu dicopot dari jabatannya terkait dugaan kekerasan seksual
Indonesia
•
25 Jul 2026
