
Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah

Foto dokumentasi ini menunjukkan tentara Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) berkumpul saat mereka bersiap meninggalkan Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada 16 Desember 2020. (Xinhua/Str)
Riyadh, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Senin (20/7) malam waktu setempat menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapal komersialnya di Selat Bab al-Mandab dan merespons secara tegas segala bentuk ancaman, menyusul pengumuman kelompok Houthi sebelumnya mengenai larangan maritim terhadap pelayaran Arab Saudi.
Turki Al-Malki, juru bicara koalisi itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X bahwa Komando Pasukan Gabungan koalisi tersebut mengambil segala langkah operasional yang diperlukan dan bersifat tegas sesuai dengan hukum internasional untuk melindungi kapal-kapal koalisi yang melintasi selat itu.
Dia menepis larangan maritim Houthi tersebut sebagai "kekeliruan logika dan bentuk eskalasi," serta menyebut lebih dari 300 kapal komersial telah memasuki pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai oleh Houthi pada paruh pertama tahun ini, yang antara lain mengangkut pangan dan bahan bakar.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan mengecam tudingan Houthi terkait adanya blokade, seraya mengatakan bahwa negara kerajaan tersebut telah berupaya meringankan penderitaan rakyat Yaman melalui berbagai proyek pembangunan dan dukungan anggaran.
Houthi mengumumkan larangan itu sebelumnya pada hari yang sama, mengutip apa yang mereka sebut sebagai prinsip "blokade dibalas dengan blokade" untuk merespons "pengepungan selama hampir 12 tahun" oleh Arab Saudi.
Langkah itu diambil setelah pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi menggempur Bandar Udara Internasional Sanaa pada pekan lalu, untuk mencegah pendaratan pesawat Iran yang mengangkut delegasi senior Houthi. Kelompok Houthi menyalahkan Riyadh atas serangan itu dan meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke negara kerajaan tersebut.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah di Yaman utara, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015.
Perkembangan terbaru itu memunculkan kekhawatiran bahwa deeskalasi rapuh yang terbentuk sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 berpotensi runtuh.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Partai berkuasa Kamboja dukung penuh pencalonan kembali Hun Sen sebagai PM
Indonesia
•
30 Jan 2023

TikTok gugat Negara Bagian Montana AS soal larangan akses
Indonesia
•
25 May 2023

COVID-19 – 1,07 miliar warga China dapat vaksinasi dosis lengkap
Indonesia
•
06 Nov 2021

Hamas buktikan komitmennya pada gencatan senjata, pulangkan jenazah sandera Israel
Indonesia
•
27 Jan 2026


Berita Terbaru

Gaza catat 4.000 kasus keguguran dalam enam bulan, pejabat medis soroti krisis kemanusiaan
Indonesia
•
22 Jul 2026

Biaya perang AS lawan Iran tembus 671 triliun rupiah, Pentagon akui hadapi kekurangan dana
Indonesia
•
22 Jul 2026

Presiden Meksiko pertanyakan peran AS dalam penangkapan bos kartel El Mayo Zambada
Indonesia
•
22 Jul 2026

Iran luncurkan serangan terhadap fasilitas militer AS di Kuwait
Indonesia
•
22 Jul 2026
