
KTT Masa Depan PBB ditutup dengan komitmen untuk awal baru bagi multilateralisme

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (di podium) berbicara dalam KTT Masa Depan (Summit of the Future) di markas besar PBB di New York pada 22 September 2024. (Xinhua/Li Rui)
KTT Masa Depan adalah kesempatan sekali dalam satu generasi untuk menata ulang sistem multilateral dan mengarahkan umat manusia ke arah yang baru untuk memenuhi komitmen yang ada dan menyelesaikan tantangan-tantangan jangka panjang.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Masa Depan (Summit of the Future) yang berlangsung selama dua hari ditutup di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Senin (23/9) malam waktu setempat, dengan menyerukan multilateralisme dalam tata kelola urusan global di masa depan. KTT ini diadakan sebagai bagian penting dari Sidang Umum PBB (UN General Assembly/UNGA) ke-79 yang sedang berlangsung.Hasil dari KTT ini dirangkum dalam Pakta untuk Masa Depan (Pact for the Future) dan lampirannya, yakni Pakta Digital Global (Global Digital Compact) dan Deklarasi Generasi Masa Depan (Declaration on Future Generations).Ini merupakan "komitmen untuk sebuah awal yang baru dalam multilateralisme," demikian bunyi siaran pers PBB. "Inti dari KTT Masa Depan ini adalah kesempatan sekali dalam satu generasi untuk menata ulang sistem multilateral dan mengarahkan umat manusia ke arah yang baru untuk memenuhi komitmen yang ada dan menyelesaikan tantangan-tantangan jangka panjang.""Kita berdiri di persimpangan transformasi global, menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menuntut tindakan kolektif dan mendesak," kata Presiden UNGA Philemon Yang pada segmen pembukaan pada Ahad (22/9). "Mulai dari konflik dan perubahan iklim hingga kesenjangan digital, dari ketidaksetaraan hingga ancaman terhadap hak asasi manusia, bersama-sama, kita semua menghadapi tantangan besar. Namun, di samping tantangan-tantangan ini, masih ada harapan.""Saya menyerukan agar KTT ini mempertimbangkan reformasi yang mendalam untuk membuat lembaga-lembaga global menjadi lebih sah, adil, dan efektif, berdasarkan nilai-nilai Piagam PBB," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pidatonya di KTT tersebut. "Perangkat dan institusi multilateral kita sekarang tidak dapat merespons secara efektif tantangan politik, ekonomi, lingkungan, dan teknologi saat ini. Dan hari esok bahkan akan lebih sulit dan lebih berbahaya."Berbicara atas nama kelompok negara kurang berkembang (least developed countries/LDC), Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli mengatakan bahwa jutaan anak-anak di LDC kelaparan setiap hari, menegaskan kesenjangan yang mencolok di seluruh dunia."Tidak ada yang lebih tidak adil dan tidak etis daripada mengabaikan fakta bahwa jutaan orang di LDC hidup dalam kemiskinan ekstrem, sementara sebagian kecil orang di beberapa penjuru dunia menumpuk kekayaan hingga miliaran," katanya.Kanselir Jerman Olaf Scholz mendesak mereka yang hadir untuk mengambil langkah menuju dunia yang lebih damai dan lebih adil, mengatakan bahwa meskipun "jalan di depan berbatu-batu," sejarah akan menilai negara-negara anggota atas komitmen mereka terhadap rencana yang ada.Pakta ini dapat berfungsi sebagai kompas menuju kerja sama alih-alih konflik, dan menunjukkan tekad untuk memulihkan keadilan internasional serta menepis semua pembicaraan tentang polarisasi, tambahnya.Pakta untuk Masa Depan, yang mencakup berbagai tema termasuk perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, kerja sama digital, hak asasi manusia, gender, generasi muda dan generasi mendatang, serta transformasi tata kelola global, telah diadopsi dengan suara bulat pada Ahad. Lebih dari 130 kepala negara dan pemerintahan menghadiri KTT yang dipersiapkan selama lebih dari 1,5 tahun ini dan memberikan pernyataan tentang dokumen-dokumen yang menjadi hasil utama pertemuan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menteri: Produksi minyak Saudi pulih
Indonesia
•
04 Oct 2019

Sedikitnya 210 warga Palestina tewas akibat serangan udara intensif Israel di Gaza tengah
Indonesia
•
09 Jun 2024

COVID-19 – Negara-negara Afrika dapat 103 juta dosis vaksin
Indonesia
•
06 Aug 2021

Komite teknokratik pengelola Gaza bersiap masuk ke Jalur Gaza saat korban jiwa berjatuhan kembali
Indonesia
•
27 Jan 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
