PBB loloskan resolusi usulan China untuk tetapkan Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban

Fu Cong, perwakilan tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkenalkan draf resolusi untuk menetapkan Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban pada sidang pleno Majelis Umum PBB di kantor pusat PBB di New York City pada 7 Juni 2024. (Xinhua/Xie E)
Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban diharapkan dapat menghapus diskriminasi dan prasangka, meningkatkan pemahaman dan kepercayaan, mempromosikan konektivitas antarmasyarakat, serta memperkuat solidaritas dan kerja sama.
PBB (Xinhua) – Sesi ke-78 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA) pada Jumat (7/6) dengan suara bulat mengadopsi resolusi yang diusulkan oleh China untuk menetapkan Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban (International Day for Dialogue among Civilizations).Resolusi tersebut menyatakan bahwa semua pencapaian peradaban adalah "warisan bersama umat manusia." Resolusi ini menganjurkan untuk menghormati keragaman peradaban, menekankan "peran penting dialog" di antara peradaban dalam menjaga perdamaian dunia, mempromosikan pembangunan bersama, meningkatkan kesejahteraan manusia, dan mencapai kemajuan bersama.Resolusi ini menyerukan "dialog yang setara dan saling menghormati" di antara berbagai peradaban, yang sepenuhnya mencerminkan esensi inti dari Inisiatif Peradaban Global. Resolusi tersebut memutuskan untuk menetapkan 10 Juni sebagai Hari Internasional untuk Dialog Antar Peradaban.Fu Cong, perwakilan tetap China untuk PBB, memperkenalkan draf resolusi tersebut pada sidang pleno UNGA, menyatakan bahwa dalam konteks saat ini dengan berbagai krisis dan tantangan yang saling terkait, dunia telah memasuki periode ketidakstabilan dan perubahan yang baru, yang sekali lagi menempatkan masyarakat manusia di persimpangan sejarah.Dengan latar belakang ini, China mengusulkan penetapan 'International Day for Dialogue among Civilizations' untuk sepenuhnya memanfaatkan pentingnya dialog peradaban dalam "menghapus diskriminasi dan prasangka, meningkatkan pemahaman dan kepercayaan, mempromosikan konektivitas antarmasyarakat, serta memperkuat solidaritas dan kerja sama." Inisiatif ini menyuntikkan energi positif ke dalam upaya global untuk mengatasi tantangan bersama.Inisiatif ini menunjukkan "dukungan kuat China terhadap multilateralisme" dan kerja PBB, menyoroti tanggung jawab China sebagai negara besar di abad perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Fu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi kecam tuduhan Iran atas pembunuhan ilmuwan nuklir
Indonesia
•
02 Dec 2020

Renault tangguhkan pabrik di Moskow, menyesuaikan prospek 2022
Indonesia
•
24 Mar 2022

Jerman bakal pangkas separuh impor minyak Rusia pada pertengahan 2022
Indonesia
•
26 Mar 2022

AS didesak tinggalkan mentalitas Perang Dingin dalam hubungannya dengan China
Indonesia
•
07 Apr 2023
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026
