Harga produk susu global merosot di tengah ketidakpastian geopolitik

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 15 Februari 2012 ini menunjukkan sapi-sapi di ladang milik perusahaan susu raksasa Selandia Baru, Fonterra, di daerah Taranaki, Pulau Utara bagian barat, Selandia Baru. (Xinhua/Huang Xingwei)

Harga produk susu global terus mengalami penurunan pada sesi lelang terbaru semalam, di tengah melimpahnya pasokan serta ketegangan geopolitik yang melemahkan permintaan dan menaikkan biaya.

 

Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Harga produk susu global terus mengalami penurunan pada sesi lelang terbaru semalam, di tengah melimpahnya pasokan serta ketegangan geopolitik yang melemahkan permintaan dan menaikkan biaya.

Harga rata-rata pada sesi lelang Global Dairy Trade (GDT), yang diadakan setiap dua pekan, turun 2,7 persen menjadi 4.143 dolar AS per ton, setelah penurunan 3,4 persen pada sesi sebelumnya, yang merupakan penurunan pertama tahun ini, menurut GDT Events Results yang dirilis pada Selasa (21/4).

*1 dolar AS = 17.142 rupiah

Pasokan global tetap melimpah meskipun produksi susu musiman di Selandia Baru menurun, sementara output yang stabil di Eropa semakin memperkuat tekanan penurunan terhadap harga lemak susu, demikian disampaikan Cristina Alvarado, kepala tim Data dan Wawasan Produk Susu (Dairy Data & Insights) di Bursa Efek Selandia Baru (New Zealand's Exchange/NZX), seperti dikutip oleh Radio New Zealand pada Rabu (22/4).

"Ketegangan geopolitik sehubungan dengan konflik yang melibatkan Iran berkontribusi terhadap peningkatan biaya pengiriman, asuransi, dan biaya input produksi," kata Alvarado. Gangguan di sekitar Selat Hormuz dan harga minyak yang tinggi menambah ketidakpastian, mendorong banyak pembeli untuk menunda pembelian dengan harapan biaya akan turun dan logistik akan lebih jelas, imbuhnya lebih lanjut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait