Hampir sepertiga penduduk Kanada tertekan secara finansial, kota industri justru yang paling terdampak

Truk-truk yang menuju Amerika Serikat melalui Jembatan Internasional Gordie Howe terlihat dari sisi Kanada di Windsor, Ontario, Kanada, pada 27 Juli 2026. (Xinhua/Zou Zheng)

Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir 30 persen penduduk Kanada hidup dalam rumah tangga yang kesulitan memenuhi kebutuhan keuangan dasar pada Oktober 2026, dengan angka tertinggi tercatat di pusat-pusat industri otomotif dan pembuatan baja utama, seperti diungkapkan Statistics Canada pada Jumat (6/11).

Menurut badan statistik nasional itu, sebanyak 29,7 persen warga Kanada berusia 15 tahun ke atas tinggal di rumah tangga yang kesulitan memenuhi kebutuhan keuangan mereka, termasuk transportasi, tempat tinggal, makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya dalam empat pekan sebelumnya.

Hal ini menandai peningkatan tahunan pertama dalam kesulitan keuangan sejak 2022.

Proporsi tersebut meningkat sebesar 2 poin persentase dalam 12 bulan yang berakhir pada Oktober 2026, membalikkan tren penurunan selama tiga tahun saat angka tersebut turun dari 35,5 persen pada Oktober 2022 menjadi 27,7 persen pada Oktober 2025, kata badan itu.

Di antara 15 wilayah metropolitan sensus terbesar di Kanada, persentase penduduk yang tinggal di rumah tangga dengan kesulitan keuangan tetap tercatat paling tinggi di Ontario Selatan, menurut badan tersebut.

Oshawa, pusat manufaktur dan otomotif utama, menduduki peringkat teratas dengan 38,4 persen penduduk yang melaporkan kesulitan keuangan rumah tangga.

Peringkat tersebut disusul oleh Windsor, kota perbatasan penting sekaligus pusat industri otomotif, dengan 36,9 persen, dan Hamilton, pusat industri dan pembuatan baja tradisional, dengan 35,9 persen.

Statistics Canada menyebutkan bahwa ketiga kota tersebut mencatat tingkat pengangguran di atas rata-rata nasional pada Oktober 2026. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait