
Suhu panas hilangkan 573 miliar jam kerja, potensi kerugian tembus 19,37 kuadriliun rupiah

Foto yang diabadikan pada 15 April 2026 ini menunjukkan pemandangan cakrawala saat matahari terbenam di Sydney, Australia. (Xinhua/Ma Ping)
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah pakar menyerukan agar perubahan iklim ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan global, seraya memperingatkan bahwa dampaknya terhadap kesehatan manusia meningkat drastis di seluruh dunia, menurut sebuah laporan global yang melibatkan para peneliti di Australia.
Laporan Lancet Countdown tentang Kesehatan dan Perubahan Iklim 2026 (2026 Report of the Lancet Countdown on Health and Climate Change) menemukan bahwa banyak risiko kesehatan terkait iklim meningkat lebih cepat pada dekade setelah Perjanjian Paris 2015 dibandingkan pada dekade sebelumnya, menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (6/11) oleh Universitas Sydney.
Suhu panas dikaitkan dengan perkiraan rata-rata 540.800 kematian per tahun antara 2016 dan 2023, di mana perubahan iklim diperkirakan menjadi penyebab sekitar 68 persen dari jumlah kematian tersebut, menurut laporan itu, yang disusun oleh 146 peneliti dari 71 institusi, termasuk tujuh peneliti dari Universitas Sydney.
Pada 2023, tahun terpanas dalam periode tersebut, suhu panas dikaitkan dengan rekor 710.000 kematian secara global, dengan lebih dari 70 persen di antaranya dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia, papar laporan tersebut, yang dipimpin oleh University College London dalam kolaborasi strategis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Laporan tersebut juga menemukan bahwa paparan suhu panas menyebabkan hilangnya sekitar 573 miliar potensi jam kerja pada 2025 dan potensi kehilangan pendapatan senilai 1,07 triliun dolar AS.
*1 dolar AS = 18.094 rupiah
Meski investasi energi bersih global mencapai rekor 2,1 triliun dolar AS pada 2025, bahan bakar fosil terus memasok lebih dari 80 persen energi dunia, dengan polusi dari bahan bakar fosil dikaitkan dengan sekitar 2,73 juta kematian setiap tahunnya, imbuh laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Kalangan bisnis optimistis terhadap potensi pasar berkembang China-ASEAN
Indonesia
•
31 Mar 2026

Arab Saudi penghasil kurma terbanyak kedua dunia dengan 1,5 juta ton per tahun
Indonesia
•
28 Jun 2021

IMF serukan lebih banyak pendanaan swasta di perekonomian berkembang untuk transisi iklim
Indonesia
•
05 Oct 2023

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026


Berita Terbaru

Hampir sepertiga penduduk Kanada tertekan secara finansial, kota industri justru yang paling terdampak
Indonesia
•
07 Nov 2026

Kota asal Alibaba perkuat jaringan bisnis di Indonesia, Kamar Dagang Hangzhou resmi dibentuk
Indonesia
•
06 Nov 2026

Investasi China dan Hong Kong di Indonesia tembus 322,9 triliun rupiah, RSM bentuk China Desk
Indonesia
•
05 Nov 2026

94,9 persen pengguna internet Indonesia pakai AI, tetapi hanya 28,3 persen merasa nyaman
Indonesia
•
05 Nov 2026
