
94,9 persen pengguna internet Indonesia pakai AI, tetapi hanya 28,3 persen merasa nyaman

Infografis ini menampilkan sejumlah sorotan dari laporan 'Digital 2027: Indonesia' yang dirilis We Are Social dan Meltwater pada Kamis (5/11). (Xinhua)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 231 juta orang atau 80,2 persen dari total populasi. Angka itu tercatat dalam laporan ‘Digital 2027: Indonesia’ yang dirilis We Are Social bersama Meltwater pada Kamis (5/11).
Laporan tahunan tersebut memotret perilaku masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet, media sosial, dan teknologi digital.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas digital paling tinggi di dunia. Negara ini berada di posisi teratas untuk sejumlah indikator, di antaranya keyakinan terhadap manfaat kecerdasan buatan (AI) dan penggunaan layanan buy now, pay later (BNPL).
Identitas pengguna media sosial di Indonesia tercatat 240 juta, setara 83,2 persen populasi. Angka ini tidak selalu mencerminkan jumlah individu karena satu orang dapat memiliki lebih dari satu akun.
Pengguna internet berusia 16 tahun ke atas rata-rata memakai 7,5 platform media sosial setiap bulan, peringkat kedelapan tertinggi dalam laporan.
Aplikasi perpesanan tetap menjadi sarana komunikasi utama. WhatsApp digunakan 92,7 persen pengguna internet. Pengguna aktifnya menghabiskan rata-rata 1 jam 55 menit per hari di aplikasi itu, durasi tertinggi dalam laporan. Instagram dan TikTok menyusul sebagai platform yang paling banyak dipakai.
Media sosial juga berperan dalam keputusan pembelian. Sebanyak 60 persen pengguna internet memakainya untuk mencari informasi tentang merek, menjadikannya kanal riset merek yang paling banyak digunakan.
AI banyak dipakai, tetapi belum nyaman
Dalam sebulan terakhir, 94,9 persen pengguna internet berusia 16 tahun ke atas menggunakan perangkat berbasis AI, peringkat keempat tertinggi dalam laporan.
Di antara pengguna AI, sebanyak 43,7 persen memanfaatkannya untuk membuat atau menyempurnakan gambar dan video. ChatGPT dan Google Gemini masing-masing digunakan hampir separuh pengguna internet.
Sebanyak 47,2 persen pengguna internet Indonesia meyakini AI bermanfaat bagi masyarakat, angka tertinggi di antara negara-negara yang dicakup laporan. Namun, hanya 28,3 persen yang mengaku nyaman menggunakannya, di bawah rata-rata global.
APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater Mimrah Mahmood mengatakan masyarakat Indonesia telah menjadikan teknologi digital bagian dari keseharian, meski kepercayaan terhadap teknologi itu masih berkembang.
Menurut dia, masyarakat melihat potensi AI bagi publik dan makin nyaman berbelanja online, tetapi tetap mempertimbangkan sejauh mana informasi yang mereka temui dapat dipercaya.
Perkembangan kepercayaan itu, kata dia, akan ikut menentukan arah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Belanja online, BNPL, dan gim menonjol
Sebanyak 73,1 persen pengguna internet lebih memilih berbelanja online daripada ke toko fisik, tertinggi kedua dalam laporan.
Sebanyak 34,7 persen menggunakan layanan BNPL setiap pekan, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.
Di ranah hiburan, 95,6 persen pengguna internet bermain gim video, menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Filipina.
Lebih dari dua pertiga pengguna internet melakukan riset online sebelum membeli produk, persentase tertinggi dalam laporan.
Di sisi lain, Indonesia mencatat penggunaan pemblokir iklan tertinggi, yakni 39,4 persen pengguna internet. Hanya 13,2 persen yang merasa terwakili oleh iklan yang mereka lihat.
Managing Director We Are Social Indonesia Yudhi Hastiardi menyoroti perubahan dalam cara merek dipertimbangkan konsumen.
Sebanyak 28,2 persen pengguna internet sudah menjadikan AI sebagai salah satu sumber utama riset merek. Karena itu, katanya lebih lanjut, merek kini tidak hanya bersaing untuk terlihat, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana mereka muncul dan direpresentasikan di berbagai sumber rujukan audiens, termasuk AI.
Menurut Yudhi, apa yang dikatakan orang tentang sebuah merek dan kredibilitas informasinya berperan sama pentingnya dengan pesan dari merek itu sendiri.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Demi Visi 2030, Arab Saudi siapkan ratusan proyek triliunan rupiah buat investor swasta
Indonesia
•
30 Jan 2026

Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze China catat pertumbuhan ekonomi-ekologi
Indonesia
•
07 Jan 2022

Jumlah perusahaan AI besar di Beijing capai 1.000 lebih
Indonesia
•
14 Feb 2023

Unit pembangkit listrik nuklir baru mulai beroperasi di Guangxi, China
Indonesia
•
28 Mar 2023


Berita Terbaru

Investasi China dan Hong Kong di Indonesia tembus 322,9 triliun rupiah, RSM bentuk China Desk
Indonesia
•
05 Nov 2026

Kunjungan wisman ke Indonesia capai 1,43 juta pada September, pengeluaran tembus 24,96 juta per orang
Indonesia
•
04 Nov 2026

Anggaran beli mobil milenial dan Gen Z di Indonesia capai 493 juta rupiah, BYD dan Wuling makin dilirik
Indonesia
•
04 Nov 2026

Canva siapkan restrukturisasi untuk perkuat pengembangan produk berbasis AI, 1.271 karyawan terdampak
Indonesia
•
04 Nov 2026
