Kota asal Alibaba perkuat jaringan bisnis di Indonesia, Kamar Dagang Hangzhou resmi dibentuk

Foto yang diabadikan pada 18 Agustus 2026 ini menunjukkan sebuah alat berat pemadat tanah sedang beroperasi di lokasi pembangunan proyek Jalan Tol Semarang-Demak 1B di Semarang. (Xinhua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia resmi dibentuk, ditandai dengan pengukuhan dan penyerahan plakat yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/11).

Pembentukan organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pengusaha asal Hangzhou, China, untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia.

Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia Ye Daifeng mengatakan bahwa sejak awal pembentukannya, organisasi tersebut memiliki dua peran utama, yakni menjadi rumah bersama bagi para anggotanya dan jembatan kerja sama antara Indonesia dan China.

Menurut Ye, Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan menjadi wadah bagi para anggota untuk saling mendukung dalam menghadapi tantangan dunia usaha, berbagi informasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan bisnis.

Di sisi lain, Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia juga akan menghubungkan kebutuhan industri dan kewirausahaan Hangzhou dengan potensi pasar Indonesia.

"Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri dan kewirausahaan Hangzhou dengan luasnya ruang serta potensi pasar Indonesia," ujar Ye dalam sambutannya.

Dia menegaskan bahwa komitmen untuk mengutamakan kepentingan anggota harus diwujudkan melalui langkah konkret, mulai dari penyelenggaraan pertemuan bisnis, kunjungan ke anggota, hingga upaya membangun kemitraan dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China Sudrajat berharap kehadiran Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia tidak hanya menjadi organisasi yang berorientasi pada aktivitas perdagangan.

Mantan duta besar Indonesia untuk China itu menyebut Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia setidaknya harus menjalankan tiga fungsi, yakni menjadi jembatan investasi dan kemitraan, rumah bersama bagi pengusaha untuk membangun hubungan lintas sektor, serta motor penggerak penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

Sudrajat menyampaikan bahwa kerja sama yang dibangun perlu membuka peluang bagi pengusaha Indonesia untuk belajar dan bermitra dengan pelaku usaha Hangzhou.

Sebaliknya, pengusaha asal China juga diharapkan dapat memperluas investasinya ke berbagai daerah di Indonesia, tidak terbatas di Jakarta.

"Jika kita membandingkan China dengan lokomotif pembangunan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, maka saya berharap Indonesia, dengan gerbongnya, adalah gerbong pertama," imbuhnya.

Dukungan terhadap penguatan hubungan bisnis kedua wilayah juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto.

Dia mengatakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan iklim investasi, kemudahan berusaha, serta kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Uus berharap kerja sama antara pelaku usaha Jakarta dan Hangzhou dapat berkembang di berbagai sektor potensial, antara lain perdagangan, teknologi digital, industri kreatif, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Kepala Perwakilan Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional (China Council for the Promotion of International Trade/CCPIT) di Indonesia Niu Liangliang mengatakan lembaganya akan terus membangun platform dan membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan China yang ingin mengembangkan kegiatan bisnisnya.

Sebagai lembaga promosi perdagangan dan investasi China, CCPIT juga berkomitmen memberikan dukungan serta panduan kepada perusahaan-perusahaan China dalam menjajaki peluang kerja sama di luar negeri.

Hangzhou adalah kota ekonomi utama dan pusat penting bagi ekonomi digital di China, dengan e-commerce dan industri teknologi tinggi yang sangat maju yang diwakili oleh raksasa internet seperti Alibaba.

Selain itu, Hangzhou memiliki sektor swasta yang dinamis, mempercepat pembangunan sistem industri modern seperti Internet of Things dan manufaktur peralatan canggih, dan PDB Hangzhou pada tahun 2025 adalah sekitar 322,28 miliar USD, yang berada di antara kota-kota teratas di China.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait