
Israel akan mulai perundingan gencatan senjata di Gaza, setujui rencana serangan terhadap Gaza City

Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 19 Mei 2025 ini menunjukkan sejumlah tentara Israel selama operasi di Jalur Gaza. (Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel)
Hamas menyepakati proposal yang diajukan oleh mediator Mesir dan Qatar perihal gencatan senjata sementara dan pembebasan para sandera. Israel belum mengeluarkan tanggapan resmi secara terbuka terkait hal ini.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (21/8) menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat untuk memulai "negosiasi segera" guna membebaskan sandera di Gaza dan mengakhiri perang, sekaligus berjanji akan menyetujui rencana militer untuk menguasai Gaza City."Saya datang untuk menyetujui rencana IDF (Pasukan Pertahanan Israel) untuk mengambil kendali Gaza City dan mengalahkan Hamas," ujar Netanyahu saat berkunjung ke sebuah pangkalan militer di dekat wilayah kantong Palestina tersebut."Pada saat yang sama, saya juga menginstruksikan untuk memulai negosiasi segera terkait pembebasan seluruh sandera kami dan mengakhiri perang dengan persyaratan yang dapat diterima oleh Israel," imbuhnya.Netanyahu tidak menyebut bagaimana atau di mana negosiasi itu akan dimulai. Situs berita Israel, Ynet, melaporkan belum ada delegasi yang diperkirakan akan berangkat menuju Doha atau Kairo pada tahap ini, mengutip pernyataan seorang pejabat senior.Seorang pejabat Israel yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan kepada Xinhua bahwa Netanyahu dan kabinet keamanannya diperkirakan bertemu pada Kamis malam untuk memberikan persetujuan akhir perihal serangan terhadap kota terbesar di wilayah kantong tersebut.Pengumuman itu disampaikan sehari usai militer Israel memobilisasi 60.000 tentara cadangan dan menuturkan 20.000 prajurit tambahan akan dipanggil dalam beberapa hari mendatang.Sebelumnya pada pekan ini, Hamas menyepakati proposal yang diajukan oleh mediator Mesir dan Qatar perihal gencatan senjata sementara dan pembebasan para sandera. Israel belum mengeluarkan tanggapan resmi secara terbuka terkait hal ini.Sementara itu, Netanyahu juga menyampaikan sebelumnya pada pekan ini bahwa Israel akan sepakat untuk mengakhiri serangan hanya jika lima syarat telah dipenuhi, yaitu pelucutan senjata Hamas, pembebasan para sandera, demiliterisasi Gaza, kendali keamanan Israel atas wilayah kantong tersebut, dan penunjukan badan non-Israel untuk mengatur kehidupan sehari-hari di sana yang, tegasnya, bukan Hamas atau Otoritas Palestina yang diakui secara internasional.Pasukan Israel terus melancarkan pengeboman di Gaza City semalaman dan melakukan serangan di lokasi lain, menewaskan sedikitnya 70 orang dan melukai 356 lainnya, menurut otoritas kesehatan Gaza. Jumlah kematian akibat serangan dan penembakan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah bertambah menjadi 62.192 orang, dengan 157.114 lainnya mengalami luka-luka, urai otoritas tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bocorkan video penyiksaan tahanan Palestina, eks kepala jaksa militer Israel ditangkap
Indonesia
•
05 Nov 2025

AS "sangat terganggu" dengan UU Israel tentang larangan operasi UNRWA
Indonesia
•
30 Oct 2024

Trump pertimbangkan untuk "kurangi secara bertahap" serangan terhadap Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026

Negara-negara yang beli minyak dan gas dari Venezuela jadi sasaran tarif Trump
Indonesia
•
25 Mar 2025


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
