
Trump pertimbangkan untuk "kurangi secara bertahap" serangan terhadap Iran

Orang-orang duduk di atas puing-puing bangunan yang hancur di sebuah area hunian di Teheran, Iran, pada 15 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Trump mempertimbangkan untuk "mengurangi secara bertahap" serangan militer AS terhadap Iran, mengeklaim bahwa AS "sudah sangat dekat" untuk mencapai tujuannya.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (20/3) mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan untuk "mengurangi secara bertahap" serangan militer AS terhadap Iran, mengeklaim bahwa AS "sudah sangat dekat" untuk mencapai tujuannya.
"Kami sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kami seiring kami mempertimbangkan untuk mengurangi secara bertahap upaya besar Militer kami di Timur Tengah" sehubungan dengan Iran, ujar Trump di Truth Social.
Tujuan yang diuraikan Trump mencakup melemahkan kemampuan rudal Iran, menghancurkan basis industri pertahanannya, melumpuhkan angkatan laut dan angkatan udaranya, mencegahnya mendekati kemampuan nuklir, serta melindungi para sekutu AS di seluruh kawasan itu.
Pada Jumat sore yang sama, Trump juga mengatakan dia tidak menginginkan gencatan senjata dengan Iran.
"Kita bisa berdialog, tetapi Anda tahu, saya tidak ingin melakukan gencatan senjata," kata Trump kepada wartawan sebelum bertolak dari Gedung Putih menuju Florida. "Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar sedang melumpuhkan pihak lawan."
"Dari sudut pandang militer, mereka sudah tamat," klaim Trump. "Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Mereka tidak memiliki perlengkapan. Mereka tidak memiliki pengintai. Mereka tidak memiliki sistem pertahanan antipesawat. Mereka tidak memiliki radar. Dan para pemimpin mereka di semua tingkatan telah tewas."
"Pemerintah AS mengatakan satu hal, kenyataan mengatakan hal lain," kata Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat di platform X, mempertanyakan klaim berulang Gedung Putih bahwa pertahanan udara dan Angkatan Laut Iran telah dihancurkan.
Trump juga mengatakan di Truth Social bahwa Selat Hormuz, yang merupakan jalur laut krusial bagi energi global, seharusnya diamankan oleh negara-negara yang bergantung pada selat itu, dan Washington akan membantu jika diminta.
"Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika diperlukan, oleh Negara-Negara lain yang menggunakannya – AS tidak! Jika diminta, kami akan membantu Negara-Negara tersebut dalam upaya mereka di Hormuz, tetapi hal itu seharusnya tidak diperlukan setelah ancaman Iran diberantas," imbuh Trump.
Sebelumnya, Trump mengecam sekutu-sekutu NATO sebagai "pengecut" karena keengganan mereka untuk membantu pengawalan.
"Tanpa AS, NATO HANYALAH HARIMAU KERTAS!" kata Trump dalam unggahan sebelumnya di Truth Social. "PENGECUT, dan kita akan MENGINGATNYA!"
"Eropa tidak memiliki kepentingan dalam perang yang berkepanjangan tanpa akhir," kata Kaja Kallas, diplomat tertinggi Uni Eropa, pada Senin (16/3) mengenai perang AS-Israel dengan Iran. "Ini bukan perang Eropa, tetapi kepentingan Eropa secara langsung sedang dipertaruhkan."
AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengganggu pelayaran global, menyebabkan harga minyak melonjak, dan mengguncang perekonomian dunia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tabung Haji Malaysia siapkan cetak biru 2020-2024 tingkatkan layanan Haji
Indonesia
•
16 Dec 2019

Raja Kamboja: Perdamaian di ASEAN harus dilindungi demi pembangunan regional
Indonesia
•
22 Nov 2022

COVID-19 – Lonjakan kasus kacaukan misi diplomatik Menlu AS
Indonesia
•
19 Dec 2021

Taiwan larang ekspor masker kesehatan
Indonesia
•
12 Mar 2020


Berita Terbaru

Pemerintahan Trump gugat Universitas Harvard atas dugaan antisemitisme setelah negosiasi buntu
Indonesia
•
21 Mar 2026

Idul Fitri 1447H– Feature: Tanpa kegembiraan dan keluarga besar, pengungsi Lebanon rayakan Idul Fitri dalam bayang-bayang konflik
Indonesia
•
21 Mar 2026

Presiden Iran sebut negaranya tidak mencari perang dengan negara Muslim
Indonesia
•
21 Mar 2026

UEA cegat rudal dan ‘drone’, klaim bongkar jaringan terkait Hizbullah dan Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026
