
Hamas berikan respons ‘positif’ terhadap proposal gencatan senjata Gaza yang didukung AS

Sejumlah pengungsi Palestina melintasi jalan di kamp pengungsi Jabalia saat mereka melarikan diri dengan membawa barang-barang mereka dari daerah Jabalia di Jalur Gaza utara ke Gaza City bagian tengah dan barat pada 30 Mei 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Hamas menuntut dibukanya kembali semua perlintasan perbatasan tanpa pembatasan dan meminta jaminan internasional untuk mencegah perseteruan baru. Kelompok itu juga menyerukan agar distribusi bantuan dilanjutkan melalui mekanisme yang ada.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas telah memberikan "persetujuan positif" terhadap proposal gencatan senjata terbaru yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) untuk Gaza, demikian disampaikan seorang pejabat senior dari kelompok militan Palestina tersebut pada Sabtu (31/5), mendeskripsikannya sebagai bagian dari kesepakatan komprehensif yang menuntut kepatuhan penuh Israel.Pejabat Hamas itu, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada Xinhua bahwa respons tertulis kelompok itu kepada mediator internasional mencakup jadwal dan detail pelaksanaan yang spesifik, yang menekankan pentingnya kepatuhan Israel terhadap semua persyaratan, termasuk komitmen rekonstruksi."Kini semuanya ada di tangan pemerintah AS untuk menekan pemerintah Israel agar mematuhi perjanjian tersebut, alih-alih membiarkan mereka memperpanjang perang," ujar pejabat itu.Proposal tersebut menguraikan proses tiga tahap untuk membebaskan semua sandera Israel yang ditahan di Gaza selama lebih dari 60 hari di bawah pengawasan internasional, menurut sumber itu.Hamas menuntut dibukanya kembali semua perlintasan perbatasan tanpa pembatasan dan meminta jaminan internasional untuk mencegah perseteruan baru. Kelompok itu juga menyerukan agar distribusi bantuan dilanjutkan melalui mekanisme yang ada.Di bawah persyaratan tersebut, pasukan Israel akan menarik diri ke posisi-posisi yang telah mereka duduki sebelum 2 Maret, yang kemudian diikuti dengan gencatan senjata selama lima tahun. Sebuah komite teknokratik sipil akan memikul tanggung jawab administratif di Gaza pascaimplementasi, kata pejabat itu.Dalam pernyataan terpisah pada Sabtu, Hamas mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyampaikan tanggapan resmi terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.Kesepakatan itu akan membebaskan 10 sandera Israel yang masih hidup bersama jenazah 18 orang lainnya dengan imbalan sejumlah tawanan Palestina yang telah disepakati, kata Hamas.Perjanjian yang diusulkan itu bertujuan untuk mewujudkan gencatan senjata permanen, menyelesaikan penarikan Israel dari Gaza, dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke daerah kantong tersebut, tambah kelompok itu.
Seorang anak laki-laki Palestina terlihat di sekolah Fahmi Al-Jarjawi pascaserangan udara Israel di Gaza City pada 26 Mei 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mahkamah Agung Israel putuskan kaum Yahudi ultra-Ortodoks harus mulai ikut wajib militer
Indonesia
•
29 Jun 2024

Visa turis dan komersial bisa untuk tunaikan umroh
Indonesia
•
12 Aug 2022

Tiga pilot Iran diklaim ditahan Qatar, Teheran minta tim pencari fakta masuk
Indonesia
•
17 Aug 2026

Arab Saudi musnahkan mainan, pakaian warna pelangi karena promosikan homoseksualitas atau LGBT
Indonesia
•
20 Jun 2022


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
