
Hamas tegaskan komitmen perundingan damai usai kritik dari utusan AS

Anak-anak Palestina terlihat di antara tenda-tenda pengungsi di tepi pantai Gaza City pada 18 Juli 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Hamas menanggapi secara positif komentar dan usulan yang diterima dari mediator, termasuk dari Mesir, Qatar, dan AS.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Jumat (25/7) pagi waktu setempat menegaskan kembali komitmennya terhadap negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung, setelah mendapat kritik dari Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Steve Witkoff terkait niat kelompok tersebut dalam negosiasi itu.Dalam sebuah pernyataan pers, Hamas menyatakan "keterkejutannya" atas komentar utusan tersebut, sembari menegaskan kembali bahwa keterlibatannya dalam proses diplomatik bertujuan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza."Gerakan ini telah bertindak dengan rasa tanggung jawab nasional dan fleksibilitas sepanjang proses negosiasi," kata Hamas, seraya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan tanggapan kepada mediator usai berkonsultasi dengan faksi-faksi Palestina dan mitra regional.Kelompok tersebut menyatakan mereka telah menanggapi secara positif komentar dan usulan yang diterima dari mediator, termasuk dari Mesir, Qatar, dan AS, sembari menegaskan bahwa mereka tetap terbuka untuk negosiasi lebih lanjut dan berkomitmen untuk bekerja dalam kerangka kerja mediasi yang telah ditetapkan.Witkoff pada Kamis (24/7) mengatakan AS akan mencari "opsi alternatif" untuk gencatan senjata di Gaza, dan tim negosiator AS akan kembali ke AS dari Qatar untuk berkonsultasi terkait tanggapan terbaru Hamas, yang disebutnya "egois.""Kami telah memutuskan untuk memulangkan tim kami dari Doha untuk konsultasi setelah respons terbaru dari Hamas, yang jelas menunjukkan tidak adanya niat untuk mencapai gencatan senjata di Gaza," tulisnya di platform media sosial X."Kami akan mempertimbangkan opsi alternatif untuk memulangkan para sandera dan berusaha menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi rakyat Gaza," tambahnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Taiwan ganti tes PCR usap hidung dengan air liur
Indonesia
•
01 Jun 2022

COVID-19 – Taiwan bayar denda 2,9 miliar rupiah imbas kasus kematian akibat vaksinasi
Indonesia
•
16 Jun 2022

Pengamat sebut rencana pembuangan limbah nuklir Jepang picu risiko yang tak dapat diterima
Indonesia
•
05 Jul 2023

Iran belum keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, tapi sikap AS bisa dorong Teheran mundur
Indonesia
•
21 Sep 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
