
Tingkat kepuasan terhadap Trump capai titik terendah di tengah lonjakan harga bbm dan penolakan perang Iran

Sejumlah orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, di New York, AS, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
Tingkat kepuasan terhadap Donald Trump telah turun dalam beberapa hari terakhir ke level terendah sejak dimulainya masa jabatan keduanya, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak dan penolakan luas atas perang yang dilancarkannya terhadap Iran.
washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat kepuasan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah turun dalam beberapa hari terakhir ke level terendah sejak dimulainya masa jabatan keduanya, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penolakan luas atas perang yang dilancarkannya terhadap Iran, menurut sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa (24/3).
Jajak pendapat yang dilakukan selama empat hari dan selesai pada Senin (23/3) itu menunjukkan bahwa 36 persen warga AS puas dengan kinerja Trump, turun dari 40 persen yang tercatat dalam sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos pekan lalu.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya 25 persen responden puas dengan cara Trump menangani masalah biaya hidup, sebuah isu penting yang oleh Trump sendiri dianggap sebagai faktor kunci kemenangannya dalam pemilihan presiden 2024.
Hanya 29 persen responden yang puas dengan kinerja ekonomi Trump, yang merupakan peringkat terendah dari kedua masa kepresidenan Trump dan lebih rendah daripada tingkat kepuasan ekonomi mana pun dari pendahulunya, mantan presiden AS Joe Biden, menurut jajak pendapat tersebut.
Setelah lebih dari tiga pekan perang melawan Iran, Trump menghadapi seruan yang semakin meningkat dari sekutu politik, pemimpin bisnis, dan bahkan basis MAGA (‘Make America Great Again’) Trump sendiri untuk mengakhiri konflik tersebut.
Sejumlah pemimpin opini utama MAGA telah secara terbuka menyuarakan penentangan mereka, termasuk mantan kepala strategi Trump Steve Bannon, komentator politik Tucker Carlson, dan tokoh media Megyn Kelly.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UEA umumkan kasus pertama cacar monyet setelah berkunjung ke Afrika Barat
Indonesia
•
25 May 2022

Arab Saudi akan izinkan warga asing penduduk punya memiliki real estate di kerajaan
Indonesia
•
13 Jun 2021

Moskow beri waktu 2 pekan kepada dubes Latvia untuk tinggalkan Rusia
Indonesia
•
28 Jan 2023

Organisasi amal Arab Saudi bagikan 7 juta paket Ramadhan di dua masjid suci
Indonesia
•
09 Apr 2022


Berita Terbaru

PBB: Lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak eskalasi konflik di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang
Indonesia
•
25 Mar 2026

PLTN Fukushima Daiichi buang 55.000 ton lebih air limbah terkontaminasi nuklir ke laut pada 2025
Indonesia
•
25 Mar 2026

Dunia alami periode paling penuh kekerasan sejak Perang Dunia II
Indonesia
•
25 Mar 2026
