Haji1441 – Khotbah Arafah promosikan Syariat Islam untuk kehidupan manusia

Haji1441 – Khotbah Arafah promosikan Syariat Islam untuk kehidupan
Jamaah haji mendengarkan khotbah Arafah di dalam Masjid Namirah pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1441 Hijriah/30 Juli 2020). (Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi/Kementerian Media Arab Saudi)

Jakarta (Indonesia Window) – Khotbah Hari Arafah pada musim haji 1441 Hijriah/2020 yang disampaikan oleh Syeikh Abdullah Bin Sulaiman Al-Manea, anggota Dewan Cendekiawan Senior dan Penasihat di Pengadilan Kerajaan, menekankan Syariat Islam sebagai solusi bagi masalah hidup umat manusia.

Syeikh Al-Manea mengatakan, semua musibah yang terjadi dalam kehidupan manusia di dunia adalah jalan untuk semakin bertakwa kepada Allah ﷻ.

Syariat Islam yang penuh berkah datang dengan langkah-langkah untuk mencegah dan menghadapi bencana.

“Allah ﷻ memberi arahan-arahan dalam berinteraksi dengan berbagai musibah, serta masalah keuangan dan ekonomi agar terwujud kesejahteraan bagi manusia,” kata Syeikh Al-Manea.

Syeikh mengatakan, Syariat Islam mendorong manusia untuk mencari nafkah dan berproduksi.

Syariat juga mendorong manusia untuk berdagang, dan menerapkan kaidah asal dalam jual beli, yakni kehalalan dan kebolehan, serta melarang riba, penipuan, dan manipulasi dalam bertransaksi.

Dalam bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat, Syariat Islam mengharuskan menghormati harta milik umum dan pribadi, serta memenuhi janji dan konsisten dengan syarat-syaratnya.

Islam juga mengatur kerja sama dan perdagangan bilateral, serta memerintahkan untuk membayar hutang dan mendokumentasikan semua transaksi yang dibuat dengan orang lain.

Selain itu, Islam melarang sikap berlebihan dengan mewajibkan membayar zakat bagi fakir dan miskin, serta mendorong untuk bersedekah meskipun saat menghadapi hari-hari yang sulit dan penuh cobaan.

Dalam masalah sosial dan kejiwaan, Allah ﷻ memerintahkan untuk berbakti kepada orangtua, bersilaturahim, memperbaiki pendidikan anak, serta mendorong terjalinnya hubungan yang baik dan terbangunnya solidaritas sosial.

Dalam keluarga, Islam memerintahkan suami dan istri untuk memenuhi hak pasangannya dan menunaikan kewajiban atas yang lain.

Allah ﷻ juga memerintahkan kaum Muslim untuk menjamin hak-hak manusia, baik laki-laki, wanita, anak kecil, orang tua dan orang muda, termasuk mereka yang sehat, sakit, dan cacat.

Perhatian Islam pada kondisi kejiwaan manusia juga tercermin dari perintah Allah ﷻ untuk memperhatikan semua manusia saat mereka berada dalam kesulitan, seperti saat terjadinya musibah, dengan menebarkan kecintaan, keharmonisan dan membangun kerja sama antarmanusia.

Dalam soal politik dan keamanan, Syariat menuntun kaum Muslim  untuk memenuhi hak-hak manusia serta menjaga darah dan harta dengan mengharamkan pelanggaran dan gangguan terhadap orang lain.

Islam juga melarang menyulut konflik dan menyuburkan terorisme, merusak kehidupan di muka bumi, menjauhi sebab-sebab terjadinya fitnah, serta tidak menanggapi musuh-musuh yang terus mengintai.

Di sisi lain, Syariat Islam memerintahkan kaum Muslim untuk disiplin dalam menjalankan aturan, dan menaati pemimpin dalam hal yang benar.

Islam mengharuskan untuk berbuat adil, mewujudkan kemaslahatan, menolak segala bentuk perbuatan yang merusak, serta memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan kebaikan dan perbaikan.

“Di tahun ini kita tegaskan bahwa jamaah haji hendaknya konsisten dan saling membantu untuk menaati langkah-langkah preventif demi menjaga diri mereka,” kata Syeikh Al-Manea.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here