
TETO sebut sekitar 5.000 WNI manfaatkan ‘E-visa’ Taiwan setiap bulan

Sekitar 5.000 Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai kalangan menggunakan ‘E-visa’ untuk masuk ke Taiwan setiap bulan, karena ini merupakan jalan terbaik dan termudah untuk bepergian ke Pulau Formosa, selain visa umum. (TETO)
‘Online Application for R.O.C. (Taiwan) Travel Authorization Certificate (TAC)’ bagi warga Asia Tenggara yang disebut E-visa merupakan fasilitas bebas visa bersyarat yang disediakan sejak tahun 2010, bertujuan memudahkan warga negara di kawasan ini untuk pergi ke Taiwan dalam rangka melakukan bisnis dan berwisata.
Jakarta (Indonesia Window) – Sekitar 5.000 Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai kalangan menggunakan ‘E-visa’ untuk masuk ke Taiwan setiap bulan, karena ini merupakan jalan terbaik dan termudah untuk bepergian ke Pulau Formosa, selain visa umum.Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan tertulis dari Kantor Perdagangan dan Ekonomi Taipei (Taipei Economy and Trade Office/TETO) yang diterima oleh Indonesia Window di Jakarta, Senin.‘Online Application for R.O.C. (Taiwan) Travel Authorization Certificate (TAC)’ bagi warga Asia Tenggara yang disebut E-visa merupakan fasilitas bebas visa bersyarat yang disediakan sejak tahun 2010, bertujuan memudahkan warga negara di kawasan ini untuk pergi ke Taiwan dalam rangka melakukan bisnis dan berwisata.Duta Besar Kantor Perdagangan dan Ekonomi Taipei (Taipei Economy and Trade Office/TETO) John Chen, menyampaikan bahwa Taiwan sangat menyambut masyarakat Indonesia di Pulau Formosa yang mengunjungi kerabat dan teman mereka, atau untuk berobat dan berwisata.“Namun, kami kembali mengimbau wisatawan Indonesia yang ingin menggunakan E-visa, terutama mereka yang meminta bantuan orang lain atau agen untuk mengajukan permohonan visa, agar memastikan terpenuhinya seluruh persyaratan pengajuan aplikasi E-visa,” ujar Dubes Chen dalam pernyataan tersebut.Dia mengingatkan agar pemohon visa menyiapkan seluruh dokumen yang relevan untuk referensi, seperti paspor lama, visa elektronik yang masih dalam masa berlaku, atau visa yang masa berlakunya telah habis tidak lebih dari 10 tahun, atau kartu izin tinggal sementara (Alien Resident Certificate/ARC) yang dikeluarkan oleh negara yang akan digunakan saat pengajuan E-visa.Pemegang visa Jepang atau Korea harus menyiapkan dan memperlihatkan bukti riwayat kunjungan mereka ke negara-negara tersebut pada saat keberangkatan, agar pemeriksaan data dapat dilakukan sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Para pemohon E-visa dapat menghubungi 021-5153939 atau mendapatkan penjelasan lengkap dan lebih lanjut melalui https://www.roc-taiwan.org/id/index.html?mibextid=Zxz2cZSeiring meredanya pandemik, jumlah wisatawan mancanegara, termasuk masyarakat Indonesia, yang berkunjung ke Taiwan semakin meningkat.Pertukaran tenaga kerja dan pelajar antara Indonesia dan Taiwan juga meningkat, dengan jumlah WNI yang tinggal di Taiwan saat ini mendekati angka 400.000.Selain itu, sumber daya medis berkualitas tinggi dan terjangkau secara global, serta lingkungan yang ramah Muslim di Taiwan, menjadikan Pulau Formosa pilihan pertama bagi masyarakat kelas menengah dan atas Indonesia dalam mendapatkan layanan kesehatan dan menikmati liburan.“Karena itu kami menyambut warga Indonesia untuk menggunakan mekanisme ‘Online Application for R.O.C. (Taiwan) Travel Authorization Certificate (TAC) bagi warga Asia Tenggara’ untuk berkunjung ke Taiwan,” pungkas Dubes Chen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penerapan kriteria baru MABIMS berpengaruh pada penentuan awal bulan Hijriah
Indonesia
•
08 Mar 2024

COVID-19 – 2 kasus varian B117 ditemukan di Indonesia
Indonesia
•
02 Mar 2021

Pemerintah percepat pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra
Indonesia
•
29 Dec 2025

Sukses atasi ‘stunting’, Indonesia raih penghargaan populasi PBB
Indonesia
•
15 Jun 2022


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
