
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz picu kekhawatiran efek domino

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan, pada 30 April 2019. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz memicu kekhawatiran akan potensi efek domino terhadap pasar energi, transportasi maritim, dan rantai pasokan global.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz baru-baru ini memicu kekhawatiran akan potensi efek domino terhadap pasar energi, transportasi maritim, dan rantai pasokan global, ungkap Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Trade and Development/UNCTAD) pada Selasa (10/3).
Dalam sebuah laporan analisis, UNCTAD menyebutkan eskalasi militer di kawasan tersebut telah mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar seperempat dari perdagangan minyak global melalui laut, serta volume yang signifikan dari gas alam cair dan pupuk.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa pasar minyak bereaksi cepat terhadap gangguan itu, dengan harga minyak mentah Brent melonjak di atas 90 dolar AS per barel sesaat setelah kejadian.
*1 dolar AS = 16.879 rupiah
UNCTAD memperingatkan bahwa dampaknya dapat meluas melampaui pasar energi. Sekitar sepertiga perdagangan pupuk global melalui laut melintasi selat tersebut, yang berpotensi mengancam akses pupuk bagi sejumlah negara termiskin di dunia.
Biaya yang lebih tinggi untuk energi, pupuk, dan transportasi pada gilirannya dapat mendorong kenaikan harga pangan dan memperburuk tekanan biaya hidup, kata laporan tersebut.
Ekonomi berkembang mungkin khususnya rentan terhadap guncangan ini, mengingat beban utang yang tinggi dan meningkatnya biaya pinjaman membatasi kemampuan mereka untuk menyerap kenaikan harga yang baru, imbuh laporan tersebut.
Selain itu, laporan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap situasi ini, terutama implikasinya terhadap ekonomi-ekonomi yang rentan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

101 kasus Ebola terkonfirmasi di RD Kongo, 10 negara Afrika berisiko terjangkit wabah
Indonesia
•
25 May 2026

Iran tegaskan kapabilitas pertahanannya tidak dapat dinegosiasikan
Indonesia
•
23 Jan 2025

Visa haji dan umroh turun jadi Rp1,2 juta
Indonesia
•
11 Sep 2019

Turki tekan AS untuk berhenti dukung kelompok terror PYD/YPG
Indonesia
•
09 Mar 2021


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
