Garda Revolusi Iran tak segan gunakan rudal untuk hentikan armada AS lintasi Selat Hormuz

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan, pada 30 April 2019. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)

Pergerakan armada Amerika Serikat dan sekutunya yang melintasi Selat Hormuz menjadi target Korps Garda Revolusi Islam.

 

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Iran akan menggunakan rudal dan kapal selam untuk menghentikan pergerakan armada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang melintasi Selat Hormuz, kata Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Selasa (10/3).

Unggahan tersebut membantah klaim sebelumnya dari AS bahwa AL mereka mengawal kapal tanker minyak yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani di media sosial X mengatakan Selat Hormuz "akan menjadi selat perdamaian dan kemakmuran bagi semua pihak, atau menjadi selat kekalahan dan penderitaan bagi para penghasut perang."

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah

Dampak regional yang lebih luas dari konflik ini menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan terhadap ekspor minyak dan pasar energi global, terutama karena risiko bagi pelayaran yang melintasi Selat Hormuz.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait