
China luncurkan agen komputasi ilmiah untuk jaringan superkomputer

Seorang staf bekerja di ruang data sebuah pusat superkomputer di Kawasan Baru Gui'an, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 29 Agustus 2024. (Xinhua/Liu Xu)
Agen cerdas untuk komputasi ilmiah dapat secara otomatis menguraikan tugas penelitian, menjadwalkan sumber daya komputasi, menjalankan paket simulasi, menganalisis hasil, dan membuat laporan hanya dengan memahami instruksi dalam bahasa alami.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Jaringan superkomputer nasional China pada Selasa (23/12) meluncurkan agen cerdas untuk komputasi ilmiah (scientific-computing) di Kota Tianjin.Menurut China Science Daily pada Rabu (24/12), agen cerdas tersebut dapat secara otomatis menguraikan tugas penelitian, menjadwalkan sumber daya komputasi, menjalankan paket simulasi, menganalisis hasil, dan membuat laporan hanya dengan memahami instruksi dalam bahasa alami.Agen itu mampu mengompres tugas yang sebelumnya memakan waktu sehari penuh menjadi sekitar satu jam dan saat ini sudah mendukung hampir 100 skenario komputasi ilmiah berfrekuensi tinggi.Didukung oleh komunitas dan repositori kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tersedia, agen cerdas itu dapat menyusun lebih dari 120 basis pengetahuan spesifik domain yang mencakup tujuh skenario utama, termasuk AI, kecerdasan ilmiah, simulasi industri, dan ilmu material, sehingga menurunkan hambatan masuk untuk komputasi ilmiah dan mempercepat produktivitas penelitian.Penelitian ilmiah kini beralih dari ilmu komputasi ke ilmu kecerdasan, kata Qian Depei, seorang akademisi di Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences), seperti dikutip dalam surat kabar tersebut. Qian menambahkan bahwa kemunculan dan evolusi agen komputasi ilmiah mengintegrasikan daya komputasi, rantai alat, dan sumber daya pengetahuan yang terfragmentasi, sehingga memberikan para peneliti dukungan inovasi yang lebih cepat dan lebih mudah diakses.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti kembangkan metode identifikasi mutasi SARS-CoV-2 yang pengaruhi tes antigen
Indonesia
•
16 Sep 2022

Lumba-lumba langka berkomunikasi dengan pola vokal dan suara yang unik
Indonesia
•
18 Jul 2025

Spesies baru gurita ‘flapjack’ ditemukan di ngarai laut dalam di lepas pantai Australia
Indonesia
•
23 May 2025

Peneliti Indonesia eksplorasi mikroorganisme lokal untuk tingkatkan kualitas fermentasi biji kopi
Indonesia
•
21 Jul 2024


Berita Terbaru

Gara-gara internet tak diputus, AI Anthropic 'menyusup' ke sistem tiga organisasi nyata saat uji keamanan siber
Indonesia
•
31 Jul 2026

ITB gandeng perusahaan China kembangkan robotika medis, bedah jarak jauh jadi fokus riset
Indonesia
•
31 Jul 2026

Mengapa banyak fosil ditemukan di gua? Ternyata berawal dari kebiasaan unik landak
Indonesia
•
31 Jul 2026

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026
