Feature – Yuk bangun bisnis berbasis pengalaman dan emosi!

Foto yang diabadikan pada 14 April 2026 ini menunjukkan produk manik-manik susun di sebuah 'workshop' kerajinan tangan di Subdistrik Aishan di Distrik Wuxing, yang berada di Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Yi Fan)

Pengalaman menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumsi, dengan para konsumen semakin fokus pada seluruh proses dan kepuasan emosional, alih-alih sekadar memiliki barang.

 

Taiyuan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Berbagai kerajinan tangan seperti pembuatan tembikar, kreasi stiker dekoratif, dan menyusun Perler Beads (manik-manik plastik kecil berbentuk seperti tabung) mengalami peningkatan popularitas yang pesat di kalangan konsumen China, menandakan tumbuhnya ekonomi pengalaman (experience economy) sebagai tren konsumsi baru.

Semula dianggap sebagai hobi khusus (niche), pengalaman berbasis kerajinan tangan kini telah berkembang menjadi pilihan gaya hidup arus utama dan segmen yang terus meningkat dalam pasar konsumen China.

Menurut perusahaan riset pasar iiMedia Research, nilai pasar ‘konsumsi emosional’ di China telah melampaui 2,3 triliun yuan atau sekitar 320 miliar dolar AS pada 2024 dan diperkirakan akan melebihi 4,5 triliun yuan pada 2029 mendatang, seiring ekonomi pengalaman yang semakin berkembang.

*1 yuan = 2.514 rupiah

**1 dolar AS = 17.142 rupiah

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai workshop yang menawarkan pembuatan tembikar dan perhiasan buatan tangan mengalami lonjakan permintaan, terutama di kalangan konsumen muda. Toko-toko kecil yang tadinya kurang mendapat perhatian kini berubah menjadi destinasi populer pada akhir pekan, dan kerap kali kapasitasnya penuh terpesan.

Di sebuah toko kerajinan tangan di distrik komersial di Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi, China utara, para konsumen berkumpul di sekeliling meja sambil melakukan berbagai aktivitas. Beberapa di antaranya merangkai desain manik-manik sesuai pola dan lainnya melukis pemandangan alam, sementara sepasang sejoli muda bekerja sama membentuk kerajinan tanah liat.

Dibandingkan dengan konsumsi tradisional yang berorientasi pada produk, semakin banyak konsumen yang kini beralih ke pengeluaran yang didorong oleh pengalaman, menempatkan penekanan yang lebih besar pada nilai emosional dan keterikatan personal alih-alih produk itu sendiri.

"Saya membuat piring yang terinspirasi dari kucing saya," ujar konsumen bernama Zhao Wei. "Mungkin hasilnya tidak sesempurna buatan profesional atau mesin, namun yang penting adalah itu mencerminkan perasaan saya sendiri."

Ekonom Guan Qingyou menyatakan bahwa "pengalaman" telah menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumsi. "Para konsumen semakin fokus pada seluruh proses dan kepuasan emosional, alih-alih sekadar memiliki barang," ujar Guan.

Dia menambahkan bahwa motivasi konsumsi juga bergeser dari konsumsi pamer menjadi pemenuhan diri, dengan khususnya para konsumen yang lebih muda memandang pengeluaran sebagai cara untuk meningkatkan kebahagiaan pribadi.

Aspek sosial dari aktivitas membuat kerajinan tangan kian memperkuat popularitasnya. Karena mudah dipelajari dan hanya membutuhkan sedikit ruang, aktivitas semacam itu menawarkan wadah sosialisasi langsung yang berbiaya rendah bagi keluarga, teman, dan pasangan. Hasil produknya kerap kali menarik secara visual dan dibagikan luas di media sosial, sehingga membentuk siklus "pengalaman, kreasi, dan berbagi."

Ledakan ekonomi pengalaman tersebut juga mendorong pengembangan industri-industri terkait dan memperluas peluang lapangan kerja.

Data dari platform pendaftaran usaha Qichacha menunjukkan bahwa 6.955 perusahaan terkait kerajinan tangan terdaftar pada 2025, naik 31,08 persen secara tahunan (year-on-year). "Bisnis kami juga berkembang sejalan dengan tren ini," tutur Wu Jingjing, pegawai di toko kerajinan tangan setempat.

Saat ekonomi pengalaman terus memperoleh momentum, model konsumsi baru yang diwakili oleh kerajinan tangan membuka potensi pertumbuhan baru dan mendorong pengembangan terpadu di seluruh industri terkait. Hal ini semakin memperluas peluang pasar dan menyuntikkan momentum yang lebih beragam dan berkelanjutan ke dalam pertumbuhan ekonomi China. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait