
Iran siapkan zona terlarang di luar Selat Hormuz, kapal yang melintas bakal kena sanksi

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan negaranya akan mengumumkan zona terlarang di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang dan memasukkan setiap kapal yang mencoba melintasi zona tersebut ke dalam daftar sanksi Teheran.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi milik negara Iran, IRIB TV, yang disiarkan pada Ahad (6/9) malam waktu setempat, Rezaei mengatakan zona tersebut akan membentang dari "garis tempat dimulainya blokade angkatan laut Amerika Serikat hingga ke wilayah Selat Hormuz dan ke dalam Teluk Persia di sisi lain (selat tersebut)."
Dia menambahkan bahwa kapal-kapal yang memasuki zona tersebut tanpa berkoordinasi dengan Iran akan menghadapi sanksi yang berdampak pada cakupan asuransi serta pelayaran mereka di masa mendatang di Selat Hormuz.
Rezaei menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari pergeseran strategis yang lebih luas dalam pendekatan Iran terhadap perang dan diplomasi, yang ditujukan untuk meningkatkan tekanan terhadap Washington.
Pejabat keamanan tersebut menegaskan bahwa Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya. Dia menepis klaim Amerika Serikat (AS), yang mengatakan kapal-kapal dan tanker minyak berlayar melintasi jalur perairan tersebut, sebagai "kebohongan."
Kendati mengakui bahwa ada beberapa kapal yang berupaya melintasi selat tersebut melalui rute di dekat Oman, sering kali dengan mematikan sistem navigasi agar tidak terdeteksi, Rezaei mengatakan sebagian besar kapal tersebut telah "mendapatkan pukulan."
Namun, dia menambahkan bahwa Iran tidak berniat menenggelamkan kapal-kapal tersebut untuk saat ini dengan alasan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, Rezaei mengungkapkan bahwa Iran telah melakukan uji coba penembakan rudal antikapal perusak buatan dalam negerinya untuk kali pertama terhadap kapal induk AS 48 jam yang lalu, menyebutnya sebagai peringatan bahwa blokade angkatan laut AS rapuh.
"Rudal khusus itu menciptakan neraka bagi pihak Amerika, dan mereka pun pergi melarikan diri," ujarnya.
Rezaei mengatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali AS mengambil langkah-langkah nyata untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang telah ditandatangani oleh Teheran dan Washington pada Juni lalu.
Dalam beberapa hari mendatang, sebuah koridor internasional baru yang ditetapkan oleh Iran dan Oman untuk pelintasan melalui Selat Hormuz akan diumumkan, imbuh Rezaei, seraya menegaskan bahwa koridor itu akan dikelola oleh Iran.
Setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, sementara pasukan AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Untuk Mengamankan Perdamaian di Indo-Pasifik, Taiwan Perlu Masuk Dalam Sistem PBB
Indonesia
•
04 Sep 2024

Rusia-AS lakukan pertukaran tahanan
Indonesia
•
09 Dec 2022

PBB: Serangan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah picu kenaikan harga global
Indonesia
•
26 Jan 2024

Lebih dari 75 persen orang Taiwan tolak vaksin China
Indonesia
•
11 Mar 2021


Berita Terbaru

Feature – Saat AfD menang 44 persen, seniman dan mahasiswa di Jerman timur mulai cemas
Indonesia
•
07 Sep 2026

Israel ancam Iran lagi, Netanyahu: Kami bertekad menggulingkan Teheran
Indonesia
•
07 Sep 2026

Apple hadapi gugatan 47,8 triliun rupiah di Inggris, dituding untungkan bisnis iklannya
Indonesia
•
06 Sep 2026

1.287 tewas dan 5.083 hilang dalam tanah longsor di Nepal
Indonesia
•
06 Sep 2026
