
Feature – Pabrik alat berat China pelopori upaya menuju produksi nol karbon

Foto yang diabadikan pada Maret 2026 ini menunjukkan para staf sedang berdiskusi di pabrik pembuatan selubung minyak pintar di Cener Tech Tianjin Offshore Equipment Intelligent Manufacturing Base, yang dioperasikan oleh perusahaan milik negara China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Energy Technology & Services Limited, di Tianjin, China utara. (Xinhua)
China akan mengurangi emisi gas rumah kaca bersih di seluruh perekonomiannya sebesar 7 hingga 10 persen dari level puncaknya per 2035.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sektor manufaktur telah lama identik dengan jejak karbon yang besar. Namun, di seluruh lanskap industri China, sejumlah pabrik sedang berupaya untuk mengubah keadaan.
Cener Tech Tianjin Offshore Equipment Intelligent Manufacturing Base, yang diresmikan pada Juni 2025 di kota pelabuhan Tianjin di China utara, telah disertifikasi oleh otoritas setempat sebagai ‘pabrik nol karbon’, predikat yang tampaknya mustahil diraih pabrik alat berat hingga baru-baru ini.
Fasilitas tersebut, yang dioperasikan oleh perusahaan milik negara, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Energy Technology & Services Limited, utamanya memproduksi pipa selubung minyak, yakni tabung baja dengan panjang beberapa meter hingga belasan meter yang menopang dinding sumur bor.
Pada umumnya, proses pembuatannya membutuhkan banyak energi. Namun, di fasilitas ini, proses tersebut telah direkayasa ulang secara fundamental.
Inti dari transformasi ini adalah sistem kembaran digital, replika virtual dari pabrik seluas 20.000 meter persegi yang mengambil data secara real-time dari setiap mesin. Layar sebesar dinding di pabrik selubung minyak melacak lokasi setiap pipa, status pemrosesan, dan konsumsi energinya saat bergerak melalui proses produksi.
"Sistem ini membaca parameter peralatan sepanjang waktu," kata Shen Guohua, yang memimpin proyek manufaktur cerdas tersebut. "Diagnostik jarak jauh mengurangi waktu henti. Identifikasi hambatan secara real-time meningkatkan efisiensi. Keduanya berkontribusi dalam mengurangi emisi."
Kode QR pada setiap pipa memungkinkan pelacakan otomatis di setiap tahap pemrosesan. Hasilnya, seluruh pabrik dapat beroperasi hanya dengan enam pekerja yang memantau layar dan merespons keadaan darurat.
Zhang Weiming, manajer proyek tersebut, mengatakan inovasi teknologi, penyesuaian struktural, dan optimasi manajemen merupakan tiga mekanisme utama untuk mencapai status nol karbon bagi fasilitas tersebut.
Sebuah "kokpit energi" berfungsi sebagai pusat kendali, menganalisis data untuk merekomendasikan peningkatan efisiensi. Rangkaian panel surya menyelimuti atap, menyalurkan energi bersih ke jaringan listrik bersama listrik hijau yang dibeli melalui perdagangan pasar.
Puluhan tiang lampu pintar menangkap tenaga angin dan matahari sekaligus memantau suhu, kelembapan, dan kualitas udara. Tiang-tiang lampu ini menghemat sekitar 19.000 kWh setiap tahun dan mengirimkan data ke sistem iklim cerdas yang melakukan penyesuaian dinamis alih-alih mengandalkan pemanasan dan pendinginan suhu tetap, mengurangi penggunaan energi sekitar 30 persen. Sementara itu, penampungan air hujan diterapkan dengan mengikuti prinsip "kota spons" negara tersebut.
Untuk sebagian kecil sisa emisi yang tidak dapat dihilangkan, pabrik tersebut membeli pengurangan emisi sukarela bersertifikat melalui pasar karbon untuk mencapai status nol karbon.
Proyek ini hadir seiring China mempercepat upaya yang lebih luas menuju transisi hijau. Pada awal 2026, lima kementerian mengeluarkan pedoman untuk mendorong pengembangan pabrik nol karbon di berbagai sektor industri.
Rencana Lima Tahun China saat ini (2026-2030) menargetkan pemangkasan emisi karbon dioksida sebesar 17 persen per unit produk domestik bruto (PDB). China juga berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca bersih di seluruh perekonomiannya sebesar 7 hingga 10 persen dari level puncaknya per 2035.
Pada Maret, badan legislatif tertinggi negara tersebut meloloskan Peraturan Ekologi dan Lingkungan Hidup yang krusial. Peraturan ini dirancang untuk memajukan pengurangan karbon, pengendalian polusi, ekspansi hijau, dan pertumbuhan ekonomi secara terkoordinasi, menjamin bahwa pembangunan dan konservasi tidak lagi bersaing, melainkan berjalan selaras.
Didorong oleh momentum nasional ini, perusahaan-perusahaan China mentransformasi pengurangan karbon dari beban kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif.
"Rendah karbon tidak berarti peningkatan biaya, melainkan penggandaan efisiensi," kata Zhang. "Desain nol karbon direncanakan, dilaksanakan, dan dihasilkan bersamaan dengan peningkatan produksi."
Dia menambahkan bahwa investasi dalam peralatan dengan efisiensi tinggi dan infrastruktur digital mencerminkan perencanaan strategis jangka panjang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China kembangkan robot humanoid dengan ekspresi wajah yang realistis
Indonesia
•
03 Aug 2024

‘Matahari Buatan’ China memecahkan rekor dunia terbaru
Indonesia
•
01 Jan 2022

Ilmuwan China atasi masalah utama pada baterai litium ‘all-solid-state’
Indonesia
•
11 Oct 2025

Lapisan Es di Greenland mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan
Indonesia
•
24 Mar 2025


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
