
Feature – Mengapa banyak orang memilih singgah di kafe sebelum pulang?

Foto yang diabadikan pada 26 Juli 2026 ini menunjukkan suasana di sebuah kafe yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Xinhua/Annisa Ayu)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Di tengah padatnya aktivitas metropolitan seperti Jakarta, perjalanan pulang tidak selalu menjadi akhir dari kesibukan seseorang.
Bagi sebagian orang, ada satu tempat yang kerap menjadi persinggahan singkat sebelum benar-benar mengakhiri hari: kafe.
Bukan sekadar tempat membeli minuman, kafe kini menjadi ruang untuk mengambil jeda. Sebagian orang datang untuk melepas lelah setelah bekerja, berbincang sejenak dengan rekan kerja, menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas, atau sekadar menikmati waktu sendiri.
Di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang kian dinamis, kafe tidak lagi hanya menjadi tempat menikmati makanan dan minuman. Bagi sebagian orang, keberadaannya telah menjadi ruang singgah untuk beristirahat sejenak, menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar menikmati suasana sebelum melanjutkan aktivitas.
Bagi sebagian pelanggan, beberapa menit yang dihabiskan di dalam kafe menjadi momen untuk mengubah suasana hati setelah seharian beraktivitas.
"Saya biasanya mampir sekitar 10 sampai 15 menit sebelum pulang. Bukan karena harus minum kopi, tetapi karena ingin berhenti sejenak setelah bekerja," ujar Dimas (29), seorang karyawan swasta, kepada Xinhua pada Ahad (26/7) lalu di salah satu kafe di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Menurut Dimas, kebiasaan tersebut membantunya memisahkan suasana kerja dengan kehidupan pribadi. Setelah menyelesaikan pekerjaan, dia merasa perlu memberikan waktu bagi dirinya sendiri sebelum melanjutkan aktivitas di rumah.
"Kalau langsung pulang saat masih lelah, rasanya pikiran tentang pekerjaan masih terbawa. Duduk sebentar di kafe membuat saya merasa lebih rileks," katanya.
Hal serupa juga dirasakan Ayu (27), seorang pekerja kreatif. Dia mengaku kerap menyempatkan diri mampir ke kafe seusai bekerja.
"Saya biasanya membeli minuman, lalu duduk sebentar sambil membuka laptop atau membaca. Suasana di kafe membuat saya merasa lebih tenang sebelum pulang," ujarnya.
Fenomena tersebut juga diamati oleh Putri (24), seorang staf di kafe tersebut. Menurutnya, pelanggan mulai ramai berdatangan sekitar pukul 17.00 hingga malam hari.
"Sebagian besar pelanggan yang datang pada jam-jam itu merupakan pekerja kantoran, mahasiswa, dan pelajar yang baru menyelesaikan aktivitas mereka," kata Putri.
Menurut Putri, setiap pelanggan memiliki tujuan yang berbeda saat datang ke kafe. Sebagian ingin mencari suasana yang lebih tenang untuk melepas penat setelah beraktivitas. Ada pula yang memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, sementara yang lain memilih melanjutkan pekerjaan menggunakan laptop.
"Biasanya mereka membeli makanan dan minuman, lalu duduk hingga selesai menikmatinya sebelum pulang. Ada juga pelanggan yang kembali memesan makanan atau minuman agar bisa menghabiskan waktu lebih lama di kafe," ujarnya.
Menurut Putri, suasana yang nyaman menjadi salah satu alasan pelanggan memilih singgah di kafe. Bagi sebagian orang, waktu yang dihabiskan di sana menjadi jeda singkat untuk mengembalikan energi setelah menjalani aktivitas seharian.
Di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang terus bergerak, kebiasaan singgah sejenak di kafe menunjukkan bahwa jeda, meski hanya berlangsung beberapa menit, menjadi bagian dari cara sebagian orang menutup hari.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lagu tema ASEAN Para Sports insipirasikan acara amal Yayasan Maria Monique Lastwish
Indonesia
•
31 May 2023

Yordania umumkan penemuan situs arkeologi berusia 9.000 tahun
Indonesia
•
23 Feb 2022

Feature – Taman bertema Zootopia pertama di dunia dibuka di Shanghai Disney Resort
Indonesia
•
20 Dec 2023

Feature – Perjuangan pengungsi Palestina bertahan hidup di tengah gencarnya serangan Israel di Gaza
Indonesia
•
16 Oct 2024


Berita Terbaru

Larangan medsos untuk anak di Australia sukses, pengguna turun 10 persen
Indonesia
•
31 Jul 2026

Kisah – Dua puluh tahun kemudian, akhirnya masuk Universitas Islam Madinah
Indonesia
•
01 Aug 2026

FIFA selidiki dugaan pelanggaran Argentina di Piala Dunia 2026, apa saja tuduhannya?
Indonesia
•
31 Jul 2026

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026
