Feature – 750 ribu warga turun ke jalan, Addis Ababa berubah jadi kota bersih berkat gerakan gotong royong

Warga berpartisipasi dalam kampanye bersih-bersih musim panas tahunan di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, pada 1 Juli 2026. (Xinhua/Michael Tewelde)

Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua/Indonesia Window) – Pada suatu pagi yang diguyur hujan di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, Gomejeshewa Bezabih, seorang petugas kebersihan jalan, bersama sejumlah relawan membersihkan sampah dari trotoar dan menyapu jalan-jalan di kawasan Lideta.

Mereka adalah warga dari kawasan yang sama, yang berpartisipasi dalam kampanye bersih-bersih musim panas tahunan yang dipimpin oleh Pemerintah Kota Addis Ababa untuk meningkatkan sanitasi, sistem drainase, dan ruang hijau di ibu kota itu.

"Sungguh menginspirasi melihat orang-orang berkumpul dan bergabung dengan kami untuk membersihkan jalanan, menggalakkan kampanye demi mewujudkan Kota Addis Ababa yang indah dan lebih aman," kata Bezabih kepada Xinhua, seraya mengapresiasi komitmen para sukarelawan dalam melakukan pembersihan menyeluruh.

Gezahegn Desisa, direktur jenderal badan pengelolaan kebersihan kota tersebut, mengatakan kepada Xinhua bahwa lebih dari 750.000 warga berpartisipasi dalam kampanye bersih-bersih musim panas ini, yang melibatkan pejabat pemerintah, petugas keamanan, pelajar, pengusaha, dan bahkan para penggemar berbagai klub sepak bola.

"Kampanye ini bertujuan untuk membersihkan dan mempercantik seluruh kawasan permukiman di kota ini, membersihkan sumbatan pada saluran drainase, sehingga dapat mengurangi risiko banjir menjelang musim hujan," kata Desisa, seraya menambahkan bahwa para sukarelawan dikerahkan ke 119 distrik di kota itu sebagai bagian dari program bersih-bersih tersebut.

Kampanye bersih-bersih musim panas tahunan ini diluncurkan tujuh tahun lalu oleh Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed.

Sejak saat itu, kampanye tersebut telah berkembang menjadi gerakan masyarakat yang kuat, memperkuat upaya ambisius ibu kota itu untuk menjadi salah satu kota terbersih, terhijau, dan paling layak huni di Afrika.

Mengenang tewasnya puluhan warga yang dulu tinggal di sepanjang tepi sungai di kota tersebut akibat banjir besar, Desisa mengatakan kampanye tersebut bertujuan untuk mencegah risiko banjir yang disebabkan oleh pembuangan sampah sembarangan, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lebih aman.

Direktur jenderal tersebut mengatakan kepada Xinhua bahwa kampanye itu telah secara signifikan mempercantik penampilan kota, memperbaiki ruang publik, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup perkotaan, sehingga menjadikan Addis Ababa sebagai destinasi yang semakin menarik bagi warga, investor, dan pengunjung.

Saat belum lama ini meluncurkan kampanye bersih-bersih tingkat kota untuk tahun ini, Wali Kota Addis Ababa Adanech Abiebie mengatakan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota itu untuk menjadikan Addis Ababa lebih nyaman dan menarik bagi warga serta wisatawan lokal dan mancanegara.

"Kampanye ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan kota dan mengubah penampilannya tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup perkotaan, menjaga kesehatan masyarakat, menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai norma budaya, serta mempercepat kontribusi Addis Ababa terhadap tujuan pembangunan nasional," katanya.

Marta Hailemariam, salah satu sukarelawan, menyaksikan bahwa Addis Ababa bertransformasi menjadi sebuah ibu kota di Afrika yang lebih bersih, lebih hijau, lebih aman, dan lebih tangguh.

"Ini lebih dari sekadar kampanye bersih-bersih. Ini tentang merasa bangga terhadap tempat tinggal kita dan menunjukkan bahwa bersama-sama kita bisa membuat perubahan yang nyata. Mari kita bersatu sebagai satu komunitas untuk mempercantik kota kita," kata Hailemariam.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait