
Merayakan 29 tahun kembali ke China, Hong Kong berpesta dari jalanan hingga luar angkasa

Foto yang diabadikan pada 12 Mei 2025 ini menunjukkan pemandangan di kedua sisi Pelabuhan Victoria di Hong Kong, China selatan. (Xinhua/Chen Duo)
Hong Kong, China (Xinhua/Indonesia Window) – Mulai dari upacara pengibaran bendera hingga pacuan kuda dan pertunjukan drone, Hong Kong memperingati 29 tahun kembalinya wilayah tersebut ke pangkuan China pada Rabu (1/7) dengan perayaan sepanjang hari di seluruh kota.
Pada pukul 08.00 waktu setempat (07.00 WIB), pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong menggelar upacara pengibaran bendera di Golden Bauhinia Square di Wan Chai, yang dilanjutkan dengan acara resepsi di Hong Kong Convention and Exhibition Center yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor.
Dalam pidatonya di acara resepsi tersebut, Kepala Eksekutif SAR Hong Kong John Lee mengulas pencapaian Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, seraya berjanji untuk memacu pengembangan ekonomi kota itu dan memastikan masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara lebih merata.
Hong Kong akan memanfaatkan berbagai peluang yang dihadirkan oleh pembangunan nasional, dan mengoptimalkan posisinya yang menguntungkan karena terhubung dengan China Daratan maupun dengan dunia, serta prospek internasionalnya, ujar Lee.
Lai Ka-ying, astronaut pertama Hong Kong, turut memperingati momen perayaan tersebut dengan membentangkan bendera regional SAR Hong Kong dari stasiun luar angkasa Tiangong. Melalui tautan video yang ditayangkan dalam acara resepsi, dia menyampaikan salam hangat untuk kota asalnya dan mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada negara.
Pada Rabu pagi, Kantor Penghubung Pemerintah Rakyat Pusat di SAR Hong Kong, Kantor Perlindungan Keamanan Nasional Pemerintah Rakyat Pusat di SAR Hong Kong, dan Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri China di SAR Hong Kong juga mengadakan upacara pengibaran bendera.
Upacara pengibaran bendera juga dilangsungkan oleh berbagai institusi pendidikan dan venue di seantero kota. Kai Tak Sports Park, yang dibuka tahun lalu, mengadakan upacara pengibaran bendera yang disertai dengan gelaran workshop olahraga, memadukan nuansa perayaan dengan aktivitas olahraga.
Selain upacara, berbagai kegiatan perayaan juga berlangsung di seluruh penjuru kota.
Di Victoria Harbor, kapal-kapal penangkap ikan berlayar beriringan dan disambut oleh warga yang antusias mengabadikan momen tersebut.
Sementara itu, di dermaga Tsim Sha Tsui, pertunjukan flash mob yang membawakan lagu-lagu patriotik menarik perhatian banyak penonton dan menuai tepuk tangan meriah.
Ajang pacuan kuda sore hari di Sha Tin Racecourse menyedot puluhan ribu penonton, diwarnai dengan gemuruh sorak-sorai yang memenuhi arena.
"Datang ke pacuan kuda setiap 1 Juli telah menjadi tradisi saya selama bertahun-tahun," ungkap Tuan Ng, salah seorang pengunjung. "Selalu saja ada kejutan baru."
Banyak venue olahraga dan kebudayaan, termasuk Museum M+ dan Museum Istana Hong Kong, dibuka untuk umum secara gratis.
Seorang pengunjung bermarga Lam memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak kedua anaknya mengunjungi Museum Istana Hong Kong.
"Mengajak anak-anak melihat berbagai artefak merupakan momen perayaan sekaligus pengalaman yang edukatif," tuturnya.
Guna mendorong lebih banyak masyarakat untuk merayakan hari istimewa itu, SAR Hong Kong meluncurkan skema promosi besar-besaran untuk transportasi, pusat perbelanjaan, dan kuliner.
Masyarakat dapat menikmati layanan trem dan kapal Star Ferry secara cuma-cuma, serta mengikuti lotre tiket elektronik MTR. Tak ketinggalan, lebih dari 3.000 restoran dan gerai retail turut menawarkan beragam diskon dan penawaran khusus untuk menandai peringatan tersebut.
Semarak perayaan terus berlanjut hingga malam hari. Di langit Victoria Harbor, sebuah pertunjukan drone berskala besar digelar, pendar cahayanya berpadu indah dengan gemerlap lampu kota di sepanjang kedua pesisir.
Ribuan drone mengangkasa, membentuk berbagai formasi cahaya yang memukau, termasuk bunga kupu-kupu (bauhinia) yang sedang mekar dan astronaut.
Pertunjukan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Tuan Wong, seorang pensiunan guru.
"Kembalinya Hong Kong ke pangkuan ibu pertiwi (China) merupakan perayaan bersama bagi kita semua, dan rasa turut memiliki itu semakin tumbuh kuat setiap tahunnya," tuturnya. "Kehidupan terus membaik setiap tahunnya sejak Hong Kong kembali ke pangkuan ibu pertiwi, dan hal tersebut benar-benar memberikan rasa tenang yang nyata."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pameran seni anak-anak bertema China dibuka di Slovenia
Indonesia
•
26 Jan 2023

Pakar Spanyol pertanyakan langkah-langkah untuk larang TikTok
Indonesia
•
12 Mar 2023

Pekan ini catatkan hari terpanas Bumi
Indonesia
•
07 Jul 2023

Hamas gagal kembalikan semua jasad sandera, Israel tutup perlintasan Rafah dan batasi bantuan
Indonesia
•
15 Oct 2025


Berita Terbaru

Mau kuliah S1 di China? Kini wajib lolos tes CSCA, apa itu?
Indonesia
•
02 Jul 2026

Feature – 750 ribu warga turun ke jalan, Addis Ababa berubah jadi kota bersih berkat gerakan gotong royong
Indonesia
•
02 Jul 2026

PBB nilai kecerdasan buatan berkembang lebih cepat dari regulasi
Indonesia
•
02 Jul 2026

Dari patriotisme hingga teknologi, Hong Kong sambut hari jadi CPC
Indonesia
•
02 Jul 2026
