
Penelitian baru tunjukkan unggas mulai berevolusi jauh sebelum punahnya dinosaurus

Unggas-unggas air terlihat di Danau Qinghai di Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 23 November 2023. (Xinhua/Wang Yan)
Evolusi spesies unggas laut modern, seperti penguin dan burung camar, sangat dipengaruhi oleh peristiwa pemanasan global yang terjadi 55 juta tahun silam.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah penelitian baru memberikan bukti yang menunjukkan bahwa evolusi unggas modern dimulai jauh lebih awal daripada yang diyakini sebelumnya, bahkan sebelum kepunahan dinosaurus.Diterbitkan pada awal bulan ini dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, penelitian tersebut dipimpin oleh tim ilmuwan dari China dan Amerika Serikat yang menganalisis genom 124 spesies unggas yang masih hidup dan menyusun pohon evolusi untuk Neoaves, yang mencakup 95 persen dari semua unggas modern.Dengan memadukan catatan-catatan fosil, mereka menemukan bahwa garis keturunan utama unggas dapat dibagi menjadi dua kelompok, dengan satu kelompok mewakili spesies yang hidup di darat dan kelompok lainnya mewakili unggas air dan kerabatnya. Mereka memperkirakan bahwa pembagian ini terjadi pada periode Kapur Akhir (sekitar 87 juta tahun yang lalu), jauh sebelum peristiwa kepunahan Kapur Akhir yang memusnahkan dinosaurus sekitar 66 juta tahun silam.Temuan itu menentang keyakinan yang dianut luas bahwa kepunahan dinosaurus diikuti oleh evolusi pesat spesies unggas. Penelitian-penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa bencana tersebut mengakibatkan hilangnya persaingan unggas dalam mendapatkan sumber daya, sehingga memfasilitasi diversifikasi cepat mereka menjadi 11.000 spesies yang kita lihat sekarang.Peristiwa kepunahan tersebut "tampaknya hanya berdampak terbatas pada evolusi unggas," kata penulis pertama Wu Shaoyuan, seorang profesor dari Jiangsu Normal University di China timur.Tim peneliti yang melakukan penelitian itu juga menemukan bahwa peristiwa pemanasan global yang terjadi 55 juta tahun silam berperan dalam evolusi spesies unggas laut modern, seperti penguin dan burung camar.Temuan baru tersebut memberikan perspektif yang lebih komprehensif dan lebih baik tentang evolusi unggas, ujar salah satu penulis, Zhou Zhonghe, dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China."Perkembangan unggas modern, berbeda dengan pola perubahan evolusi yang pesat seperti yang telah diketahui sebelumnya, merupakan proses bertahap dan berkesinambungan yang didorong oleh seleksi alam. Mereka cenderung selaras dengan diversifikasi tanaman, mamalia, ikan, dan serangga," ungkap Zhou.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

OpenAI rilis GPT-5.4 dengan peningkatan kemampuan penalaran, pengodean, dan agen AI
Indonesia
•
06 Mar 2026

Ilmuwan temukan spesies nyamuk Papua Nugini yang hilang 90 tahun lalu di Australia
Indonesia
•
09 Jun 2022

Studi: Kasus kanker pada wanita naik di negara yang dilanda panas ekstrem
Indonesia
•
29 May 2025

Ilmuwan China kembangkan beton ‘marshmallow’ untuk redam laju pesawat saat pendaratan darurat
Indonesia
•
10 Jul 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
