
Era mobil BBM berakhir! Hainan resmi larang penjualan kendaraan bermesin bensin dan diesel mulai 2030

Sebuah kapal feri yang mengangkut NEV berangkat dari Pelabuhan Xiuying di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan, pada 21 Februari 2026. (Xinhua/Yang Guanyu)
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Hainan, provinsi pulau di China selatan, menetapkan target untuk melarang penjualan mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine) pada 2030, yang menempatkan Hainan di garis depan transisi China menuju penggunaan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).
Pada 2030, seluruh kendaraan pribadi yang baru ditambahkan maupun yang menggantikan kendaraan lama, serta seluruh kendaraan baru dan kendaraan pengganti yang digunakan untuk layanan publik dan operasional komersial di Hainan, wajib berupa NEV, kecuali kendaraan dengan fungsi khusus, menurut rencana Hainan periode 2026-2030 untuk membangun zona percontohan nasional untuk peradaban ekologis.
Diperkirakan bahwa pada saat itu, pangsa NEV dalam total populasi kendaraan di Hainan akan meningkat dari 23,75 persen pada 2025 menjadi 45 persen.
Provinsi itu juga akan meningkatkan jaringan infrastruktur pengisian daya, dengan rasio kendaraan terhadap stasiun pengisian daya tetap di bawah 2,5 banding 1, menurut rencana yang baru diterbitkan tersebut.
Pada 2018, Hainan pertama kali mengusulkan target untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2030, menjadikannya daerah setingkat provinsi pertama di China yang mengumumkan target tersebut.
Rencana terbaru itu menegaskan kembali bahwa Hainan terus secara bertahap mendorong pencapaian target tersebut.
Rencana itu memicu perbincangan daring karena dinilai sebagai konfirmasi terbaru atas komitmen China dalam mengurangi emisi karbon dan mengembangkan NEV, di tengah langkah sejumlah pihak di Barat yang mulai melonggarkan kebijakan hijau mereka.
Pada akhir tahun lalu, Komisi Eropa mengumumkan rencana untuk melonggarkan larangan efektif terhadap penjualan mobil baru bermesin pembakaran internal mulai 2035. Langkah itu dinilai sebagai kemunduran kebijakan yang signifikan.
Hainan memiliki sejumlah keunggulan alami untuk mendorong penggunaan NEV. Proporsi energi bersihnya diperkirakan akan mencapai 80 persen pada 2030, didukung oleh tenaga nuklir dan gas. Geografi pulaunya memudahkan perencanaan dan pengelolaan, sementara iklim hangat dengan variasi suhu yang kecil meningkatkan efisiensi NEV.
Selain itu, kerangka kebijakan kompetitif Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi pengembangan NEV, kata Yu Huan, wakil direktur divisi pengembangan dan pengawasan NEV dari departemen industri dan teknologi informasi Hainan.
Hingga Oktober 2025, tingkat penetrasi NEV di Hainan telah mencapai 67,14 persen, yang berarti bahwa dua dari setiap tiga kendaraan yang baru terdaftar di provinsi pulau itu adalah NEV.
Dalam lima tahun terakhir, provinsi itu masing-masing menempati peringkat pertama dan kedua secara nasional dalam hal penetrasi pasar NEV dan pangsa NEV dari total kepemilikan kendaraan, ungkap departemen tersebut.
Menurut Biro Statistik Nasional China, produksi NEV di China mencapai lebih dari 16,52 juta unit tahun lalu, menandai peningkatan 25,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Per akhir 2025, jumlah NEV yang digunakan di negara tersebut mencapai 43,97 juta unit, meningkat 12,57 juta unit dibandingkan angka pada 2024.
Transisi pesat menuju penggunaan NEV di Hainan didukung oleh perubahan struktur energi di provinsi tersebut.
Hingga akhir Juni 2026, kapasitas terpasang energi baru di Hainan, yang sebagian besar berasal dari tenaga surya fotovoltaik dan energi angin, mencapai 50,1 persen dari total kapasitas terpasang listriknya.
Dalam rencana 2026-2030, Hainan berkomitmen melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pengembangan energi angin lepas pantai, menjajaki proyek tenaga angin-surya terintegrasi, dan membangun sejumlah proyek percontohan fotovoltaik lepas pantai.
Semua upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa peningkatan permintaan listrik akan dipenuhi terutama oleh energi bersih.
Hainan mengerahkan segala upaya untuk mengembangkan NEV – sebuah langkah yang didorong oleh misinya untuk membangun zona percontohan nasional untuk peradaban ekologis, serta kebutuhannya sendiri akan pertumbuhan ekonomi dan transformasi industri.
Lingkungan ekologis provinsi itu merupakan sumber daya paling berharga, dan pengurangan emisi kendaraan adalah kunci untuk melindunginya, kata Yu.
China pada September lalu meluncurkan Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) barunya, dengan menetapkan sejumlah target ambisius untuk 2035.
Target tersebut meliputi pengurangan emisi gas rumah kaca bersih di seluruh perekonomian sebesar 7 hingga 10 persen dari tingkat puncaknya, peningkatan pangsa bahan bakar nonfosil dalam total konsumsi energi menjadi lebih dari 30 persen, serta perluasan kapasitas terpasang tenaga angin dan surya hingga lebih dari enam kali lipat dibandingkan tingkat pada 2020.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Provinsi Gansu di China percepat pembangunan hijau
Indonesia
•
22 Mar 2023

Pakar: Industri pariwisata Thailand optimistis saat kunjungan wisatawan China meroket
Indonesia
•
28 Apr 2023

Ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 244 juta USD di bulan Juli
Indonesia
•
21 Sep 2020

Produksi listrik PLTN di China capai 440.000 GWh pada 2023
Indonesia
•
24 Apr 2024


Berita Terbaru

Strategi pengelolaan limbah padat China cakup pengawasan digital hingga capai kota bebas sampah
Indonesia
•
15 Jul 2026

Naik 73,4 persen! Mobil merek China kuasai 18 persen pasar otomotif Indonesia
Indonesia
•
15 Jul 2026

Wuling perkenalkan Aira EV, mobil listrik perkotaan baru dengan jarak tempuh 300 km
Indonesia
•
14 Jul 2026

600 gigawatt energi terbarukan di Eropa masih mengantre masuk jaringan listrik
Indonesia
•
13 Jul 2026
