
600 gigawatt energi terbarukan di Eropa masih mengantre masuk jaringan listrik

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 6 Juni 2024 ini menunjukkan sebuah mobil listrik di sebuah stasiun pengisian daya di dekat gedung Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Eropa melakukan kesalahan besar karena gagal mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil impor dengan cukup cepat sejak krisis energi 2022, demikian diperingatkan baru-baru ini oleh Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) Fatih Birol.
Menurut sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Financial Times (FT) pada Sabtu (11/7), Birol mengatakan tingkat elektrifikasi yang relatif rendah di Eropa melemahkan daya saing dan kedaulatan ekonomi blok tersebut.
Listrik menyumbang sekitar 23 persen dari konsumsi energi akhir Uni Eropa (UE), tingkat yang sebanding dengan Amerika Serikat (AS) meski Eropa jauh lebih bergantung pada bahan bakar fosil impor.
Birol mengatakan Eropa seharusnya merespons dengan lebih tegas setelah krisis gas pada 2022 dan berupaya meningkatkan tingkat elektrifikasinya.
FT melaporkan bahwa Komisi Eropa diperkirakan akan mengumumkan serangkaian langkah dalam beberapa hari mendatang yang ditujukan untuk mempercepat elektrifikasi di seluruh blok tersebut.
Usulan itu mencakup dorongan bagi negara-negara anggota untuk mengurangi pajak listrik dan memberikan insentif kepada rumah tangga agar beralih ke pompa kalor (heat pump), kendaraan listrik dan teknologi hijau lainnya.
Birol juga memperingatkan bahwa kapasitas jaringan listrik yang belum memadai memperlambat proses elektrifikasi di Eropa.
Meski blok itu telah memasang kapasitas energi terbarukan yang memecahkan rekor, yakni sebesar 85 gigawatt, tahun lalu, sekitar 600 gigawatt proyek energi terbarukan yang telah rampung dibangun masih menunggu untuk dihubungkan ke jaringan listrik, papar laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Cambodia Airways luncurkan penerbangan langsung rute Phnom Penh-Beijing
Indonesia
•
29 Mar 2023

WTO: Perdagangan global tetap tangguh di tengah konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
•
24 Feb 2023

COVID-19 - Sekitar 47 persen UMKM tutup pada Agustus 2020
Indonesia
•
02 Jul 2020

Feature – Warga Turkiye sambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kekhawatiran
Indonesia
•
14 Mar 2024


Berita Terbaru

AS terapkan tarif ‘drone’ hingga 100 persen, keamanan nasional jadi alasan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Fokus Berita – Dari langit biru Beijing hingga Afrika: Bagaimana China mengubah janji menjadi aksi
Indonesia
•
14 Aug 2026

OPEC ubah ramalan minyak dunia: 2026 melambat, 2027 justru melonjak
Indonesia
•
13 Aug 2026

Fokus Berita – 17,9 kuadriliun rupiah investasi dan 500.000 lapangan kerja: Jejak besar BRI China di dunia
Indonesia
•
13 Aug 2026
