Draf kesepakatan AS-Iran cakup "dana investasi" untuk Iran

Asap mengepul setelah sebuah ledakan terjadi di Teheran, ibu kota Iran, pada 15 Juni 2025. Sejumlah ledakan mengguncang Teheran seiring dengan eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel. (Xinhua/Shadati)

Teheran menuntut ganti rugi atas kerusakan akibat pengeboman AS, yang menurut perkiraan nilainya mencapai antara 300 miliar hingga 1 triliun dolar AS.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Draf nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Washington dan Teheran mencakup ketentuan mengenai sebuah "dana investasi" pascaperang yang berpotensi menyalurkan miliaran dolar AS ke Iran apabila kesepakatan final tercapai, demikian dilansir The New York Times (NYT) pada Jumat (29/5) mengutip sumber-sumber yang terlibat dalam perkara tersebut.

Seorang pejabat Iran, yang menyebutnya sebagai "program rekonstruksi", serta seorang diplomat yang terlibat, memperkirakan nilainya mencapai 300 miliar dolar AS, menurut laporan itu.

*1 dolar AS = 17.789 rupiah

Dua diplomat menyebutnya "dana investasi" internasional, yang AS akan membantu memfasilitasinya jika kesepakatan final tercapai. Mereka mengatakan rencana mengenai dana tersebut akan dibahas lebih lanjut selama masa perundingan.

Pada tahap awal pembicaraan, Teheran menuntut ganti rugi atas kerusakan akibat pengeboman, yang menurut perkiraan sejumlah pejabat Iran nilainya mencapai antara 300 miliar hingga 1 triliun dolar AS.

Tim negosiator AS dan Iran telah mencapai kesepakatan mengenai nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari serta memulai pembicaraan mengenai program nuklir Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump masih belum memberikan persetujuan akhir, menurut sejumlah media AS pada Kamis (28/5).    

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait