
Penjualan Tesla di California turun di tengah sengitnya persaingan

Foto yang diabadikan pada 15 April 2024 ini menunjukkan suasana di luar 'showroom' Tesla di San Mateo, California, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Jianguo)
Dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) California, negara bagian dengan penduduk terbanyak di Amerika Serikat (AS), tampaknya mulai melemah.
Los Angeles, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) California, negara bagian dengan penduduk terbanyak di Amerika Serikat (AS), tampaknya mulai melemah. Pendaftaran mobil baru Tesla anjlok 24 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal kedua (Q2) 2024, menurut Asosiasi Dealer Mobil Baru California (California New Car Dealers Association/CNCDA).Ini menandai penurunan penjualan selama tiga kuartal berturut-turut bagi sang raksasa EV di negara bagian berjuluk Golden State tersebut, yang mencuatkan kekhawatiran soal apakah Tesla akan tetap mampu mendominasi pasar di masa mendatang, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh CNCDA pada Kamis (18/7).Meskipun Model Y Tesla tetap menjadi mobil listrik terlaris di California, pangsa pasar perusahaan tersebut secara keseluruhan telah menurun signifikan.Pangsa penjualan Tesla di pasar mobil listrik baterai merosot menjadi 53,4 persen pada H1 tahun ini, turun dari 64,6 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara total penjualan Tesla di California turun 17 persen dari awal tahun berjalan hingga saat ini (year to date).Laporan CNCDA juga mengindikasikan kemungkinan penurunan daya tarik merek Tesla, menyebut bahwa "Daya pikat Tesla tampaknya mulai memudar, yang menandakan kemungkinan masalah bagi produsen yang menjual langsung ke konsumen."Beberapa faktor dinilai berkontribusi pada kemunduran Tesla di California. Meningkatnya persaingan dari model-model EV yang lebih baru muncul sebagai tantangan utama.Produsen mobil yang sudah mapan seperti Ford dan Hyundai, bersama dengan para pemain baru seperti Rivian, semuanya berlomba-lomba untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar di pasar mobil listrik California yang sedang berkembang.Khususnya, pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) menyumbang 21,9 persen dari semua penjualan mobil di negara bagian tersebut, papar laporan itu, menyoroti pergeseran pasar yang signifikan ke arah kendaraan listrik."Sebaliknya, merek-merek utama seperti Toyota, Hyundai, dan Ford justru membukukan peningkatan, dengan keuntungan yang signifikan dan antusiasme terhadap model-model EV baru yang tampaknya sangat diminati oleh warga California," kata CNCDA dalam siaran persnya. Tahun ini, pendaftaran BEV Toyota melonjak 108,1 persen, sementara pendaftaran BEV Hyundai naik 65,7 persen.Masalah lainnya yang membebani Tesla adalah pergeseran persepsi tentang CEO Elon Musk di kalangan warga di Negara Bagian California, yang merupakan basis kuat Partai Demokrat dan pasar EV terbesar di AS.Kritik publik Musk terhadap negara bagian tersebut dan dukungannya terhadap tokoh-tokoh Partai Republik telah menjatuhkan citra Musk di mata sebagian warga California.Perseteruan Musk dengan Gubernur California Gavin Newsom di media sosial pekan ini terkait relokasi kantor pusat SpaceX dan Tesla juga kian memperkeruh hubungan keduanya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Destatis: Ekonomi Jerman terkontraksi 0,4 persen pada Q4 2022
Indonesia
•
25 Feb 2023

Menteri Pakistan sebut CPEC ubah lanskap pembangunan negaranya
Indonesia
•
29 Apr 2024

Laba bersih Apple capai 706,5 triliun rupiah pada kuartal pertama 2026
Indonesia
•
30 Jan 2026

Harga batu bara acuan Mei 2022 turun akibat produksi dunia naik
Indonesia
•
15 May 2022


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
