
Qantas selesaikan gugatan ‘class action’ terkait kredit perjalanan untuk penerbangan yang dibatalkan

Foto yang diabadikan pada 14 September 2022 ini menunjukkan penerbangan Qantas di Bandara Sydney di Sydney, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Qantas melanggar kontraknya dengan pelanggan dengan memberikan kredit penerbangan alih-alih pengembalian uang tunai sebagai kompensasi untuk penerbangan yang dibatalkan antara 1 Januari 2020 hingga 1 November 2022.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas, pada Jumat (13/3) mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan para pelanggan yang mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action) terhadap maskapai tersebut terkait pembatalan penerbangan selama pandemik COVID-19.
Qantas menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah setuju untuk membayar 105 juta dolar Australia, atau 74,3 juta dolar AS, kepada pelanggan yang terdampak di bawah ketentuan penyelesaian perkara tersebut.
*1 dolar Australia = 12.057 rupiah
**1 dolar AS = 16.899 rupiah
Gugatan class action yang diajukan oleh firma hukum Echo Law di Pengadilan Federal Australia pada 2023 menduga Qantas telah melanggar kontraknya dengan pelanggan dengan memberikan kredit penerbangan alih-alih pengembalian uang tunai sebagai kompensasi untuk penerbangan yang dibatalkan antara 1 Januari 2020 hingga 1 November 2022.
Selain itu, tuduhan tersebut juga menyebutkan bahwa Qantas terlibat dalam perilaku tidak bermoral dan menyesatkan atau menipu serta memperoleh keuntungan secara tidak sah dengan menahan dana pelanggan.
Qantas menyatakan pembayaran penyelesaian perkara tersebut diperkirakan akan dilakukan pada paruh pertama tahun fiskal 2026-2027 dan akan diakui sebagai bagian dari laba pokoknya.
Maskapai penerbangan tersebut pada 2024 setuju untuk membayar denda dan ganti rugi sebesar 120 juta dolar Australia atau 84,9 juta dolar AS setelah mengakui telah menawarkan dan menjual tiket untuk penerbangan yang telah diputuskan untuk dibatalkan antara tahun 2022 hingga 2024.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Turki berencana produksi tepung dari gandum Rusia untuk pasok negara miskin
Indonesia
•
22 Nov 2022

BMW bukukan penurunan laba, tegaskan kembali pentingnya pasar China
Indonesia
•
16 Mar 2025

Presiden perintahkan pembenahan rantai pasokan garam rakyat
Indonesia
•
05 Oct 2020

Bangladesh berencana wujudkan visi ‘Smart Bangladesh’ pada 2041
Indonesia
•
13 Dec 2022


Berita Terbaru

Kasus korupsi di Singapura menurun pada 2025
Indonesia
•
30 Apr 2026

Atasi lonjakan harga bahan bakar, Thai AirAsia kurangi jadwal penerbangan hingga 30 persen
Indonesia
•
30 Apr 2026

Perubahan tarif akan tambah 1,1 triliun dolar AS ke defisit anggaran ASdalam 10 tahun
Indonesia
•
30 Apr 2026

UEA keluar dari OPEC, sejalan dengan visi ekonomi jangka panjang
Indonesia
•
30 Apr 2026
