Di balik citra Jepang yang tertib, ratusan ribu warga ternyata pernah menggunakan kokaina

Pejalan kaki menyeberang jalan di Tokyo, Jepang, pada 18 Desember 2025. (Xinhua/Jia Haocheng)

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 350.000 orang di Jepang yang berusia antara 15 hingga 64 tahun diyakini pernah menggunakan kokaina, lapor media lokal pada Kamis (2/7) mengutip sebuah studi pemerintah.

Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang pada 2025 menunjukkan bahwa 0,4 persen responden mengaku pernah menggunakan kokaina. Angka tersebut merupakan estimasi tertinggi sejak metode penelitian yang digunakan saat ini mulai diterapkan pada 2007, lapor Kyodo News.

Survei tersebut dikirimkan kepada 5.000 orang yang dipilih dari daftar penduduk dasar (basic resident register) pada periode Oktober hingga Desember 2025, dan memperoleh 3.156 respons yang valid.

Laporan itu menyebutkan bahwa angka penggunaan narkoba yang sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena riwayat penggunaan didasarkan pada pengakuan responden sendiri.

Menurut studi tersebut, 0,5 persen pria pernah menggunakan kokaina setidaknya satu kali di masa lalu, sementara 0,3 persen wanita memberikan jawaban serupa. Angka itu masing-masing setara dengan sekitar 210.000 dan 140.000 orang.

Berdasarkan kelompok usia, mereka yang berusia 40-an tahun merupakan kelompok terbesar yang pernah menggunakan kokaina, yakni 0,7 persen, atau setara dengan sekitar 130.000 orang.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait