
Elon Musk diminta mundur dari jabatan CEO Twitter dalam jajak pendapat

CEO Tesla Elon Musk berpidato pada upacara peletakan batu pertama Gigafactory Tesla Shanghai di Shanghai, China, pada 7 Januari 2019. (Xinhua/Ding Ting)
Elon Musk diminta mundur dari jabatan CEO Twitter dalam jajak pendapat selama 12 jam, dengan 57,5 persen suara mendukung pengunduran diri Musk, sementara 42,5 persen suara menyatakan bahwa dia harus tetap menjabat.
San Francisco, AS (Xinhua) – Para pengguna Twitter mengikuti jajak pendapat pada akhir pekan dengan mayoritas suara mengindikasikan bahwa Elon Musk harus mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan media sosial tersebut.Di antara 17,5 juta suara yang diberikan dalam jajak pendapat yang dibuka Musk selama 12 jam, yang ditutup pada Senin (19/12) pagi waktu setempat, sebanyak 57,5 persen suara mendukung pengunduran diri Musk, sementara 42,5 persen suara menyatakan bahwa dia harus tetap menjabat.Langkah itu menyusul kontroversi lainnya dari platform media sosial tersebut, yang terus terseret dalam kekacauan sejak Musk membelinya pada Oktober lalu dan memberhentikan sejumlah besar karyawan, menurut laporan surat kabar The San Francisco Chronicle.Pada Ahad (18/12) pagi waktu setempat, Twitter mengumumkan bahwa pihaknya akan melarang penggunanya untuk mengarahkan pengikut mereka ke akun Instagram, Facebook, atau Mastodon mereka. Twitter menyebut akun yang berulang kali melanggar aturan baru ini akan ditangguhkan secara permanen.Pengumuman tersebut mendapat respons negatif yang sangat kuat dari para pengguna Twitter. Musk pun menyampaikan permintaan maaf pada hari yang sama dan mengatakan bahwa "ke depannya, pemungutan suara akan dilakukan terkait perubahan kebijakan besar." Pada Ahad malam, Twitter telah menghapus unggahannya dan pemberitahuan di situs jejaringnya yang mengumumkan kebijakan baru tentang menautkan akun Twitter ke sejumlah platform media sosial lain.Pada saat yang sama, Musk juga mengundang pengguna Twitter untuk memilih "ya" atau "tidak" untuk pertanyaan "Apakah dia (Musk) harus mundur sebagai pimpinan Twitter?" dan berjanji akan mengikuti hasil jajak pendapat yang dilakukan selama 12 jam tersebut.Masih pada Ahad, Musk mencuit, "Tidak ada yang menginginkan posisi ini yang benar-benar dapat membuat Twitter tetap hidup. Tidak ada pengganti."Musk mengungkapkan pesimisme tentang prospek untuk mendapatkan CEO baru. Dia mengatakan bahwa orang yang akan menjadi CEO Twitter "harus sangat menyukai penderitaan" untuk dapat mengelola perusahaan yang "berada di jalur cepat menuju kebangkrutan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Akademisi: Pemanfaatan AI untuk kepentingan pemasaran, sebuah keniscayaan
Indonesia
•
01 May 2024

Pembangunan ponpes Indonesia di AS 70 persen
Indonesia
•
06 Nov 2019

UEA keluarkan UU keluarga baru bagi warga non-Muslim terkait pernikahan dan perceraian
Indonesia
•
11 Dec 2022

Kaum muda China berjuang jadi pemimpin dunia di bidang iptek
Indonesia
•
06 May 2023


Berita Terbaru

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026
